Polisi dan Kiai Bersama ‘Buang’ Miras

KARANGANYAR,KRJOGJA.com – Ribuan liter minuman keras (miras) produksi tradisional dan berbagai merek dimusnahkan berikut petasan dan potongan knalpot di Mapolres Karanganyar, Jumat (26/5/2017). Itu merupakan barang bukti yang telah memiliki kekuatan hukum tetap dari pengadilan.

“Konsumsi miras adalah induk dari segala kejahatan. Kami selaku CJS (crime justice system) berkomitmen memberantas pekat. Ada dua terdakwa kasus itu dijatuhi sanksi tipiring paling berat. Yakni membayar denda masing-masing Rp 40 juta,” kata Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak di hadapan tamu undangan pemusnahan miras di Mapolres.

Hadir dalam kesempatan itu anggota forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda), para kiai dan dai dari berbagai organisasai serta pimpinan organisasi pemerintah daerah (OPD). Pemusnahan diawali membuang ciu dari jeriken dan botol miras bermerek ke selokan. Kemudian menggilas sisanya dengan alat berat. Total miras yang dimusnahkan 3.230 liter ciu, 574 botol miras bermerek, dan 20 botol oplosan. Dilanjutkan merendam 1.700 butir petasan serta memotong puluhan buah knalpot blong.

“Barang bukti ini disita dari operasi pekat dan lalu lintas di dua pekan terakhir menjelang ramadan,” katanya.

Kapolres mengatakan, dirinya menerapkan reward dan punishment terhadap kinerja anggotanya dalam melaksanakan tugas lapangan. Selama ramadan nanti, inovasi anggotanya di bidang kamtibmas bakal dilombakan.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo mengapresiasi peran polri dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Terkait razia ke tempat-tempat maksiat, ia mempercayakannya ke polisi. Wabup mengimbau kelompok masyrakat jangan ikut-ikutan menindak.

“Serahkan ke polisi. Laporkan saja. Kami tidak menganjurkan ormas main hakim sendiri. Daripada nanti ikut ditindak polisi,” katanya. (R-10)

 

BERITA REKOMENDASI