Polres Boyolali Bongkar Sindikat Pembuat dan Pengedar Upal

Editor: Agus Sigit

BOYOLALI, KRjogja.com – Aparat Polres Boyolali berhasil menangkap sindikat pembuat dan pengedar uang palsu (upal) hampir setengah milyar. Polisi juga mengamankan 8.516 lembar uang yang dipalsukan senilai Rp 49.030.000. Meski begitu, uang palsu tersebut gagal diedarkan setelah polisi berhasil membongkar aksi tersebut dan menangkap 9 pelaku.

Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond mengatakan Sembilan orang yang ditangkap tersebut, yakni Dar warga Dukuh Wates Desa Mojosongo, MF warga Kelurahan Ciseureuh, Kota Bandung, , CA warga Sidomulyo Kabupaten Blora, AB warga Kampung Nitiprayan Kabupaten Bantul, serta El warga Kampung Margorejo Wonocolo Surabaya.

Untuk tiga tersangka lainnya yakni, Har warga Kampung Darmorejo Surabaya, Ags warga Kampung Prayungan Nganjuk. AS warga Gubeng, Kota Surabaya dan Daf warga Dusun Karang Asri Ponorogo. ” Dari sembilan pelaku yang ditangkap merupakan warga Jawa Timur, Jawa Barat, DIY dan warga Boyolali, ” ujar Kapolres, Jumat (24/9/2021).

Dikatakan lebih lanjut, dari tangan pelaku polisi berhasil menyita sebanyak 8.516 lembar uang palsu pecahan Rp 100.000 emisi 2016 sebanyak 1.605 lembar, pecahan Rp 50.000 emisi 2016 sebanyak 6.577 lembar dan pecahan Rp 20.000 emisi 2016 sebanyak 334 lembar.

” Total keseluruhan upal yang disita sebagai barang bukti sebesar Rp 496.030.000,” kata Kapolres.

Kasus ini berhasil dibongkar Polres Boyolali pada Minggu (12/9/2021) sekitar pukul 04.00 WIB di rumah Dar di Mojosongo, Boyolali. Selain upal barang bukti yang disita petugas berupa 4 papan sablon, 2 kaca berwarna hitam, 1 buah money detector, 1 unit printer, 1 unit CPU, 1 unit monitor computer, 4 bendel almunium foil, mesin pres laminator dan masih banyak lagi.

” Semuanya diproduksi di rumah milik tersangka Dar, dirumah tersebut diamankan 3 orang pelaku yang berperan sebagai pembuat dan pengedar uang palsu yaitu Dar MF dan CA. Adapun pelaku lainnya berperan sebagai penyedia bahan baku kertas yaitu, AB, El , Har dan Ags. Dan pelaku lainnya sebagai pengedar upal yaitu, AS dan Daf,” katanya.

Dari keterangan para pelaku memproduksi upal dilakukan kurang lebih sudah dua bulan, upal yang sudah diproduksi sudah di edarkan di wilayah Aceh, Bekasi, Tangerang dan Kabupaten Malang.

” Pasal yang disangkakan terhadap pelaku dalam hal memproduksi uang palsu dikenakan pasal 35 ayat (1) Undang Undang RI No 7 Tahun 2011 tentang mata uang Junto Pasal 244 KUHP dengan ancaman pidana 15 tahun penjara. Sedangkan pasal dalam hal mengedarkan atau mendistribusikan uang palsu dikenakan pasal 36 ayat (3) Undang Undang RI No 7 Tahun 2011 tentang mata uang junto Pasal 245 KUHP dengan ancaman pidana 15 tahun penjara dan yang menyediakan bahan aku pembuat uang palsu dikenakan pasal 37 Ayat (2) Undang Undang RI No 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman pidana paling lama seumur hidup,” pungkasnya. (M-2)

BERITA REKOMENDASI