Polres Karanganyar Bongkar Praktik Penyelewengan Pupuk Subsidi

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Dua pelaku penjualan pupuk subsidi secara ilegal, MY (39) dan KY (43) diringkus anggota Satreskrim Polres Karanganyar. Mereka menggunakan modus menimbun barang subsidi itu lalu menjualnya dengan harga mahal saat stok sedang langka.

Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Tegar Satrio Wicaksono mengatakan kasus ini terkuak berkat laporan dugaan penyelewengan distribusi pupuk subsidi dari Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karanganyar pada Sabtu, 19 Desember 2020. Aparat kemudian menelusurinya dengan menjajal beli urea di toko TM yang beralamat di Popongan, Karanganyar pada Minggu 20 Desember 2020.

Saat itu, polisi yang menyaru sebagai pembeli menerima nota pembelian dari tersangka MY dengan nilai transaksi Rp 185 ribu. “Pada keesokan harinya, tanggal 21 Desember, aparat mengambil pesanan pupuk sekaligus meminta pelaku menunjukkan stok pupuk subsidinya. Pelaku juga tidak bisa menunjukkan bukti perizinan selaku pengecer. Artinya, ia berjualan secara ilegal tanpa surat izin berdagang barang subsidi,” katanya saatgelar barang bukti di Mapolres, Selasa (26/01/2021).

Di toko TM, polisi mendapati 10 sak urea subsidi ukuran 50 kilogram dan dua sak phonska subsidi ukuran 50 kilogram. Berdasarkan keterangan MY, ia mendapatkan pupuk subsidi dari Sukoharjo. Seorang berinisial KY (43) asal Wonogiri menjadi perantaranya.

“Toko Pertanian TM milik pelaku MY melakukan pendistribusian pupuk bersubsidi. Padahal bukan merupakan pengecer resmi atau Kios Pengecer Lengkap (KPL) yang ditunjuk oleh distributor resmi pupuk di Karanganyar,” jelasnya.

Para pelaku memanfaatkan momentum kelangkaan pupuk dengan menimbun pupuk subsidi lalu menjualnya ke petani dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET). “Dari pengakuannya, dia menjual hanya melayani pesanan saja, dan tidak dijual secara terbuka atau umum,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI