Polres Sragen Bidik Indikasi e-Warong Fiktif Penyaluran Bansos

Editor: Agus Sigit

SRAGEN, KRjogja.com – Aparat kepolisian Polres Sragen menemukan indikasi keberadaan warung gotong elektronik atau e-warong fiktif dalam penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) di wilayah setempat. Polisi tengah melakukan klarifikasi sejumlah pihak untuk memastikan dugaan penyimpangan ini.

Dugaan e-warong fiktif sempat dilontarkan anggota Bareskrim Mabes Polri, saat Menteri Sosial Tri Rismaharini menggelar rakor di Sragen, beberapa waktu lalu. Informasi itu kemudian didalami oleh Polres Sragen. “Terkait dugaan e-warong fiktif, informasi awal dari masyarakat ke Bareskrim, kemudian Bareskrim meminta bantuan kita untuk melakukan klarifikasi awal. Saat ini kita masih melakukan klarifikasi terhadap beberapa pelaksanaan di lapangan,” ujar Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, Rabu (25/8).

Beberapa pihak yang diminta klarifikasi oleh polisi, jelas Ardi, di antaranya pihak pelaksana e-warong, pendamping dan pihak bank. Polisi melakukan pendalaman terkait dugaan tersebut apakah termasuk tindak pidana atau kesalahan administrasi. “Pihak bank, pelaksana e-warong, pendamping akan kami klarifikasi. Apakah ini merupakan sebuah tindakan pidana atau kesalahan administrasi, masih kita dalami dan koordinasikan dengan berbagai pihak,” terangnya.

Ardi menyebut, prosedur penunjukan e-warong merupakan kewenangan dari bank himbara yang ditunjuk. Saat ini pihaknya sedang lakukan pemeriksaan untuk memahami benar tahapan penunjukan e-warong itu serta mekanisme validasi terhadap e-warong tersebut. “Jadi belum ke penyedia barang, ini klarifikasinya ke e-warong dulu, apakah penunjukan itu sudah sesuai prosedur dan tahapan yang dilaksanakan dari bank,” kata Ardi.

Untuk modus penyelewengan, Ardi mengaku sejauh ini belum bisa disimpulkan, karena dari bank sendiri juga memiliki aturan atau tahapan untuk melakukan penunjukan. Nantinya semua keterangan yang didapat akan dilakukan kroscek ke e-warong yang ada di Kabupaten Sragen. “Setelah semua keterangan didapat, akan kita kroscek ke e-warong, baru setelah itu bisa disimpulkan ada tidaknya tindak pidana,” tambahnya. (Sam)

 

BERITA REKOMENDASI