Polres Sukoharjo Tangkap Lima Tersangka Illegal Logging di Hutan Negara Bulu

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRjogja.com – Polres Sukoharjo menetapkan sepuluh orang tersangka kasus penebangan liar atau illegal logging di hutan negara di Desa Gentan, Kecamatan Bulu. Lima tersangka sudah ditangkap dan diproses hukum. Sedangkan lima tersangka lagi masih dalam pengejaran petugas dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Akibat ulah para tersangka negara dirugikan puluhan juta rupiah setelah sebanyak 68 pohon jenis Sonokeling ditebang dan dijual secara liar.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Selasa (13/4) mengatakan, Polres Sukoharjo menerima laporan adanya kasus illegal logging pada 9 Maret di petak 4-2 luas baku 25,4 hektar kelas hutan HL bagian hutan Wonogiri jenis tanaman sonokeling tahun 1992 di hutan negara di Desa Gentan, Kecamatan Bulu. Usai menerima laporan tersebut Polres Sukoharjo langsung melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan pelapor, sejumlah saksi dan masyarakat serta mendatangi lokasi kejadian.

Hasil penyelidikan diketahui adanya aktivitas illegal logging di hutan negara di Desa Gentan, Kecamatan Bulu. Di hutan tersebut petugas menemukan sisa atau bekas penebangan pohon.

Penyelidikan kemudian mengarah pada beberapa nama dan berkembang hingga total sepuluh orang. Polres Sukoharjo kemudian menetapkan sepuluh orang tersangka setelah cukup bukti. Lima orang tersangka berhasil ditangkap dan diproses hukum. Sedangkan lima tersangka lagi masuk DPO dan masih dalam pencarian petugas.

Para tersangka yang sudah ditangkap tersebut yakni, ST (30) warga Kecamatan Bulu, PT (26) warga Kecamatan Bulu, SW (45) warga Kecamatan Bulu, AS (44) warga Kecamatan Kartasura dan HN (42) warga Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Sedangkan lima tersangka lain masuk DPO yakni, KD, TG, SM, HT, PM semuanya merupakan warga Kecamatan Bulu.

Kapolres melanjutkan, kronologis kejadian bermula pada akhir Februari 2021 lalu tersangka ST berkumpul bersama PT dan SW beserta lima orang lain yang masuk DPO berencana menebang kayu jenis Sonokeling di hutan negara di Dukuh Pacinan, Desa Gentan, Kecamatan Bulu.

Otak pelaku atau yang memiliki inisiatif melakukan illegal logging adalah tersangka ST atas saran maupun perintah AS. Penebangan pohon jenis Sonokeling dilakukan para tersangka menggunakan gergaji manual tangan. Setelah berhasil menebang pohon para tersangka bekerja sama memikul potongan kayu dan dimasukan ke dalam mobil Toyota Innova warna hitam Nopol AD 8433 TN.

Kayu hasil illegal logging kemudian disimpan di rumah tersangka ST. Kapolres mengatakan, bahwa pengangkutan kayu dari hutan dilakukan dua kali berjarak satu Minggu setelah pengangkutan pertama. Semua kayu tersebut kemudian dijual kepada tersangka HN di wilayah Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

“Berbekal bukti dari hasil penyelidikan diketahui bahwa tersangka ST sering berkeliaran di lokasi kejadian. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan dan ST mengakui perbuatannya menebang pohon secara liar di hutan negara bersama tersangka lain,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI