Polwan Polres Karanganyar Bersihkan Sampah Telaga Madirda

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Konservasi sumber mata air Telaga Madirda di Desa Berjo, Ngargoyoso merupakan upaya menjaga kehidupan masa kini dan akan datang bagi masyarakat lereng Lawu. Bertepatan peringatan Hari Air Sedunia, 'Dara Lawu' Polres Karanganyar mengajak tiap insan mempertahankan sumber daya alam itu melalui beragam aksi simpatik.

Para Polwan ini memulai aksinya dengan memungut sampah bekas makanan dan minuman pengunjung obyek wisata itu. Masing-masing anggota menenteng wadah sampah dari kantung plastik warna hitam.

Mereka berusaha menyingkirkan sampah itu sejauh pandangan mata, kemudian membuangnya ke tong sampah. Meski bukan tugas pokok institusinya, namun aksi tersebut bagian penting dari pencegahan bencana alam yang merupakan kewajiban tiap insan.

"Dalam rangka Hari Air Sedunia, kita menyampaikan ke masyarakat Desa Berjo bahwa Telaga Madirda sangat vital bagi kehidupan. Kalau tidak sekarang, lalu kapan lagi memulainya? Kita lihat kunjungan di sini makin ramai. Yang dikhawatirkan sampah," kata Wakapolres Karanganyar Kompol Dyah Wahyuning Hapsari kepada wartawan di lokasi, Kamis (22/03/2018).

Ia membawa belasan polwan dan polisi bintara ke telaga. Bribda Arhanis, Maheswari dan kawan-kawannya tak ragu membenamkan kakinya ke telaga untuk menjangkau tanaman eceng gondok di tepian. Tanaman itu pada musim penghujan tumbuh subur di sana.

Jika tanaman itu terlalu banyak akan mengurangi kapasitas tampung air telaga eksotis itu. Para polwan membabat habis eceng gondok kemudian memasukkannya ke kantung sampah. Di lapangan sekitar telaga juga ditanam bibit pohon damar, harapannya akar pohon itu akan membantu menyimpan kandungan air lereng Lawu.

Ny Cip (65), warga Desa Berjo yang biasanya berjualan di warung dekat telaga mengatakan mata air Telaga Madirda diandalkan ratusan warga di bawahnya. Air itu disalurkan ke rumah-rumah sampai berjarak ratusan meter dari telaga.

"Rumah saya ada kalau 230 meter dari sini (telaga). Menyalurkannya pakai selang plastik. Airnya jernih. Buat konsumsi harian dan mengairi ladang. Anak cucu dan leluhur saya menggantungkan hidup dari Telaga Madirda," katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI