Positif Corona Naik, Kontak Erat Terakumulasi 15.069 Kasus

Editor: Ary B Prass

SUKOHARJO, KRjogja.com– Akumulasi kontak erat terus meningkat. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo per 19 Juni 2021 mencatat ada 15.069 kasus. Sebanyak 1.671 kasus menjalani isolasi mandiri. Besarnya angka tersebut disebabkan salah satunya karena ada penambahan kasus positif virus Corona terakumulasi ada 6.835 kasus. Sebanyak 486 kasus diantaranya meninggal dunia.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Minggu (20/6/2021) mengatakan, monitoring dara kasus virus Corona per 19 Juni 2021 diketahui akumulasi kontak erat sebanyak 15.069 kasus. Rinciannya, 103 kasus baru dan 14.966 kasus lama. Dari data tersebut diketahui ada 1.671 kasus isolasi mandiri dan 13.398 kasus selesai pemantauan.

Sebanyak 103 kasus baru tersebut ditemukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo setelah mereka menjadi kontak erat kasus positif virus Corona sebelumnya. Mereka sudah mendapat penanganan dan pemeriksaan dari petugas.

Tambahan kasus kontak erat karena menjadi kontak erat kasus positif virus Corona berdampak pada penambahan akumulasi isolasi mandiri. Angka akumulasi kontak erat yang menjalani isolasi mandiri sangat banyak yakni 1.671. Mereka semua sekarang sedang menjalani isolasi mandiri dana mendapat pengawasan dari petugas.

“Isolasi mandiri yang dilakukan 1.671 kasus tetap diawasi petugas. Mereka wajib isolasi mandiri dan dilarang beraktivitas di luar rumah demi mencegah penyebaran virus Corona,” ujarnya.

Sebanyak 1.671 kasus kontak erat yang menjalani isolasi mandiri tersebar disejumlah wilayah. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo meminta pada masyarakat untuk ikut membantu melakukan penanganan dan pengawasan. Salah satunya melalui pengurus RT dan RW dimana mereka berada di lingkungan terdekat dengan kontak erat yang menjalani isolasi mandiri.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat akumulasi kasus positif virus Corona sebanyak 6.835 kasus. Rinciannya, 214 kasus isolasi mandiri, 1 kasus isolasi terpusat, 150 kasus rawat inap, 5.984 kasus sembuh dan selesai isolasi mandiri dan 486 kasus meninggal dunia.

Akumulasi kasus positif virus Corona tersebut dikatakan Yunia terus mengalami peningkatan. Sebab Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat ada penambahan kasus positif virus Corona baru disejumlah wilayah. Penambahan diketahui ada klaster keluarga, hajatan dan halalbihalal. Semua kasus tersebut sudah ditangani petugas medis baik di wilayah tingkat desa, kelurahan, kecamatan hingga kabupaten.

Yunia menjelaskan, dari data kasus positif virus Corona tersebut diketahui ada 365 kasus positif virus Corona aktif. Pasien tersebut sedang menjalani isolasi mandiri, isolasi terpusat dan rawat inap.

“Untuk akumulasi meninggal dunia positif virus Corona ada 486 kasus,” lanjutnya.

Akumulasi suspek sesuai data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo diketahui ada 989 kasus. Rinciannya, 15 kasus isolasi mandiri, 778 kasus selesai pemantauan, 169 kasus rawat inap, 27 kasus meninggal dunia dan 769 kasus swab negatif.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo meminta pada masyarakat untuk aktif menerapkan protokol kesehatan. Sebab hal itu menjadi salah satu bentuk pencegahan penyebaran virus Corona. Yunia juga mengingatkan masyarakat terkait penambahan kasus positif virus Corona harus disikapi dengan memperketat protokol kesehatan dan sadar melindungi diri agar tidak tertular virus Corona.

“Apa yang ada dalam protokol kesehatan maka masyarakat kami minta menjalankan. Itu tidak hanya demi lingkungan atau orang lain, tapi juga diri sendiri agar tidak tertular virus Corona,” lanjutnya. (Mam) 

BERITA REKOMENDASI