PPKM Darurat Diperketat, 2.271 Kasus Kontak Erat Isoman

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRjogja.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat ada 141 kasus kontak erat baru per 7 Juli 2021. Sedangkan kontak erat yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 2.271 kasus. Kontak erat tersebut ditemukan setelah ada temuan tambahan kasus positif virus Corona. Penambahan angka tersebut membuat penerapan protokol kesehatan semakin diperketat ditengah pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Virus Corona.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Kamis (8/7) mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat ada temuan tambahan sebanyak 141 kasus kontak erat baru per 7 Juli 2021. Kasus tersebut ditemukan setelah petugas melakukan pelacakan terhadap tambahan kasus positif virus Corona.

Sebanyak 141 kontak erat baru mereka merupakan warga berasal dari sejumlah wilayah. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Sudah melakukan penanganan usai proses pelacakan kontak erat.

Penanganan juga dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo terhadap kontak erat yang menjalani isolasi mandiri. Mereka diminta tetap wajib tinggal di rumah dengan pengawasan penuh petugas agar tidak terjadi penularan virus Corona ke orang lain.

Data kontak erat yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 2.271 kasus. Rinciannya, Kecamatan Weru 147 kasus, Bulu 264 kasus, Tawangsari 142 kasus, Sukoharjo 202 kasus, Nguter 200 kasus, Bendosari 144 kasus, Polokarto 195 kasus, Mojolaban 231 kasus, Grogol 214 kasus, Baki 193 kasus, Gatak 139 kasus, dan Kartasura 200 kasus.

Yunia mengatakan, angka tertinggi kontak erat yang menjalani isolasi mandiri berada di Kecamatan Bulu sebanyak 264 kasus. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo melakukan penanganan penuh dengan melibatkan pihak desa dan RT/RW setempat.

“Data kontak erat per 7 Juli 2021 diketahui terakumulasi 16.780 kasus. Rinciannya, 141 kasus baru, 16.639 kasus lama, 2.271 kasus isolasi mandiri dan 14.509 kasus selesai pemantauan,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI