PPKM Dianggap Gagal, Level Operasi Yustisi Ditingkatkan

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Aparat gabungan menggelar operasi yustisi penegakan protokol kesehatan secara serentak di 17 kecamatan di Karanganyar. Dalam operasi ini, level penegakan ditingkatkan.

Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol Inf Ichsan Agung Widyo Wibowo di sela memimpin operasi yustisi di bundaran Mojogedang, Selasa (2/2) mengatakan kehadiran aparat di pusat keramaian dalam rangka operasi yustisi diharapkan menyemangati masyarakat berdisiplin protokol kesehatan. Bundaran Mojogedang yang merupakan titik pertemuan lalu lintas dari Sragen, Karanganyar dan Karangpandan dinilai tepat dijadikan lokasi operasi.

Sejak operasi dimulai pukul 08.15 WIB, puluhan warga terjaring aparat gabungan yang terdiri unsur TNI, Polri, Dishub, Puskesmas dan Satpol PP. Sebagian disanksi denda sedangkan sisanya diminta menghafal Pancasila dan menyanyikan lagu wajib nasional.

“Operasi yustisi ini kita lakukan serentak di 17 kecamatan di Karanganyar. Untuk penertiban kali ini, levelnya kita naikkan. Karena kemarin evaluasi dari bapak Presiden Jokowi, penerapan PPKM di Jawa kurang maksimal. Ini karena kesadaran warga masih rendah dalam menerapkan prokes.Tentang disiplin menggunakan masker, terbukti masih banyak warga yang terjaring petugas. Tim penegak disiplin protokol kesehatan akan terus mengintensifkan operasi yustisi untuk menekan kasus penularan covid-19 di Karanganyar,” kata Dandim

Tercatat, 24 warga disanksi denda masing-masing Rp20 ribu. Sedangkan empat lainnya yang tidak punya uang, memilih melafalkan sila Pancasila atau menyanyikan lagu wajib nasional. Mereka terjaring operasi karena kedapatan tak memakai masker. Uang denda ditarik anggota Satpol PP yang bersiaga di tepi bundaran Mojogedang.

BERITA REKOMENDASI