PPKM Diperpanjang, Tempat Hiburan Boleh Buka Dengan Prokes Ketat

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRjogja.com – Pemkab Sukoharjo mengeluarkan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Virus Corona di tingkat desa dan kelurahan untuk mengendalikan penyebaran virus Corona di Kabupaten Sukoharjo. Perpanjangan PPKM sesuai dengan surat edaran (SE) nomor 400/704/2021 tanggal 8 Maret 2021 berlaku mulai 9-22 Maret 2021. Dalam SE tersebut ada beberapa perubahan kelonggaran aktivitas masyarakat.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Budi Santoso, Kamis (11/3) mengatakan, SE dikeluarkan Pemkab Sukoharjo berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 05 tahun 2021 tanggal 4 Maret 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Virus Corona ditingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Virus Corona dan SE Gubernur Jawa Tengah nomor 443.5/0004139 tanggal 8 Maret 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro untuk Pengendalian Penyebaran Virus Corona di Jawa Tengah.

SE perpanjangan PPKM Berbasis Mikro yang dikeluarkan Pemkab Sukoharjo berisi, PPKM Mikro dilakukan melalui koordinasi antara seluruh unsur yang terlibat mulai dari ketua RT/RW, pembina keamanan dan ketertiban masyarakat, Satuan Polisi Pamong Praja, Tim Penggerak PKK, Posyandu, Dasawisma, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, penyuluh, pendamping, tenaga kesehatan, karang taruna dan relawan.

Kebijakan PPKM Mikro meliputi, pembatasan tempat kerja perkantoran dengan menerapkan work from home (WHF) sebesar 50 persen dan work from office (WFO) sebesar 50 persen dengan memberlakukan protokol kesehatan secara ketat. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara online atau daring. Untuk sektor esensial seperti kesehatan, bahan pangan, makanan minuman, energi, komunikasi dan lainnya tetap dapat beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional dan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Kegiatan rumah makan, restoran, warung makan, pedagang kaki lima (PKL) untuk makan ditempat sebesar 50 persen dari kapasitas tempat duduk dan tidak boleh melebihi 50 orang. Sedangkan untuk layanan makanan melalui pesan antar atau dibawa pulang tetap diizinkan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan sampai dengan pukul 21.00 WIB.

BERITA REKOMENDASI