PPKM Mikro Diperpanjang Hingga 22 Maret, Hajatan Lebih Longgar

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRjogja.com – Pola penerimaan tamu hajatan berubah dari semula tanpa meja dan kursi, kini diperbolehkan duduk dan menikmati hidangan di tempat. Di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro yang diperpanjang 8-22 Mater 2021, Pemkab Karanganyar memberi kelonggaran tersebut namun tetap dibatasi.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengakui kelonggaran itu didasari berbagai pertimbangan. Pertama, masyarakat makin patuh protokol kesehatan. Kedua, kasus penularan Covid-19 mulai terkendali. Ketiga, mempertimbangkan desakan pelaku bisnis kesenian dan tuan rumah yang menginginkan hajatan lebih manusiawi.

“Mulai hari ini boleh duduk (sebelumnya, tamu hajatan datang, memberi sumbangan lalu pulang bawa pulang bingkisan),” katanya kepada wartawan, Senin (8/3).

Keputusan mengubah pola penerimaan tamu hajatan tersebut disambut positif berbagai kalangan. Para pelaku UMKM bidang kesenian seperti organ tunggal, karawitan serta persewaan kebutuhan pesta mendapat angin segar. Selain itu, tuan rumah merasa lebih mantap melayani tamu-tamunya.

Di acara hajatan mendatang, tamu dipersilakan duduk untuk menikmati hidangan dan berbasa basi sekadarnya. Hidangan tersebut bisa diberikan ke tamu (piring terbang) atau prasmanan dengan dilayani katering. Terpenting, hajatan tak boleh di malam hari kecuali gelar wayang kulit virtual.

“Yang harus diperhatikan adalah jangan berkerumun. Maksimal 50 persen tamu. Selama ini pihak-pihak pemerintah dan satpol PP susah menerjemahkan, sehingga seperti dibenturkan,” katanya.

BERITA REKOMENDASI