Program 100 Hari Balon Walikota Solo, Selesaikan Konflik Kraton Solo

Astrid yang berpengalaman ber organisasi dari skope kecil daerah hingga organisasi internasional justru menantang adu konsep dengan calon lawannya Gibran, dalam Pilkada 9 Desember 2020 kelak. “Kita siap adu konsep dalam debat terbuka dengan Mas Gibran, sehingga publik Solo bisa secara transparan mengetahui kapasitas, kapabilitas maupun mind set calon pemimpinnya mengurai problem solving.

“Jangan masyarakat dimobilisasi saja, katanya calon ini lebih baik, tapi mana buktinya.Kita siap adu visi dan misi,” ujar Astrid saat wawancara didampingi suaminyaPresiden The World Peace Committee 202 Negara, HE Mr Djuyoto Suntani.

Astrid justru optimis menyelesaikan berbagai kasus karut marut yang masih melanda kota Solo, diantaranya konflik antar saudara di Kraton Kasunanan Surakarta yang telah berlangsung bertahun-tahun tanpa ada penyelesaian,”ujar Astrid.

Dipaparkan dalam 100 hari kepemimpinannya bila dipercaya diberi amanah sebagai Walikota Solo periode 2020 – 2025 pihaknya akan menuntaskan konflik di Kraton Surakarta.,” ujar Astrid sembari menceriterakan lembaga yang dipimpinnya Komite Perdamaian Dunia berhasil menyelesaikan konflik yang lebih berat, berskala dunia, terjadi di Columbia dan Korea ( Korea Utara vs Korea Selatan).

“Ya simpul-simpul yang menjadi penyebab konflik harus dipetakan. Dan secara psikologi massa ada teknik-teknik khusus untuk membebaskan ego dua kubu yang dilanda konflik,” papar Astrid.

Ada ungkapan yang cukup populer, menurut Astrid, yaitu man jadda wajada. Ungkapan man jadda wajada berasal dari Bahasa Arab yang kalau diartikan adalah siapa yang bersungguh maka ia akan menemukan atau siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan dapat. ” Saya percaya di injury time, saya ketemu dengan partai pengusung untuk melawan Gibran,”pungkasnya.-(Hwa).

BERITA REKOMENDASI