Program Sembako di Sragen Hanya Dijatah 65 Ribu KK

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Sebanyak 65.535 keluarga miskin di Kabupaten Sragen masuk daftar penerima bantuan pangan nontunai (BPNT) yang pada 2020 bakal berubah nama menjadi Program Sembako. Namun jumlah itu belum mencakup keseluruhan warga miskin karena total warga miskin di Sragen mencapai 105.806 keluarga miskin.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sragen, Joko Saryono melalui Kabid Penanganan Fakir Miskin, Nunuk Sri Rejeki kepada wartawan, Rabu (19/02/2020) mengatakan, sesuai keputusan Kementrian Sosial, BPNT berganti nama menjadi Program Sembako. Namun penerima Program Sembako seringkali tidak memenuhi kuota dari Kemensos.

Seperti tahun 2020 ini, realisasi Program Sembako pada Januari 2020 hanya 65.535 keluarga miskin. Padahal jumlah keluarga miskin di Sragen mencapai 105.806 keluarga atau 324.909 jiwa. Sehingga ada puluhan ribu warga miskin yang belum bisa menerima bantuan Program Sembako.

Data keluarga miskin itu didasarkan pada Surat Keputusan Bupati Sragen per Oktober 2019. “Realisasinya memang tidak memenuhi kuota karena didasarkan pada data terpadu kesejahteraan sosial. Data tersebut diverifikasi dan divalidasi empat kali dalam setahun, yakni Januari, April, Juli, Oktober,” ujar Nunuk.

Nunuk menguraikan penerima Program Sembako diambil dari data terpadu kesejahteraan sosial, yakni 25% dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah. Untuk program keluarga harapan (PKH) hanya 18% yang diambil dari keluarga dengan tingkah kesejahteraan terendah.

Pelaksanaan Program Sembako nantinya dikendalikan lewat online monitoring sistem perbendaharaan dan anggaran Negara. “BPNT hanya untuk menebus beras 9,5 kg dan telur setengah kg. Sedangkan Program Sembako bisa menebus beras 10 kg, telur 1 kg, dan kacang hijau setengah kg. Kacang hijau itu sudah memenuhi unsur vitamin dan mineral,” tandas Nunuk.

Ditambahkannya, Program Sembako merupakan salah satu intervensi dalam menekan angka kemiskinan. Pada 2020 ini, kemiskinan ditarget turun dari 12,79% menjadi 12,36% dan pada 2021 ditargetkan bisa turun di angka 11,86 %. “Nominal bantuannya naik dari yang sebelumnya Rp 110.000 menjadi Rp 150.000. Pada tahun lalu BPNT hanya untuk pemenuhan karbohidrat dan protein, pada Program Sembako ini ditambah menjadi empat unsur. Yakni karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral,” tambah Nunuk. (Sam)

BERITA REKOMENDASI