Program Semedi Diadopsi Nasional

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Program Semedi alias sedino mesti dadi milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen diadopsi menjadi program nasional. Terobosan pelayanan administrasi kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) setempat ini akan diterapkan di seluruh daerah.

Kepastian diadopsinya program tersebut disampaikan oleh Kepala Dispendukcapil Sragen, Wahyu Lwiyanto saat acara peresmian website Pelayanan Terpadu (Pandu) Online sekaligus peresmian pembangunan gedung arsip 2 lantai di Disependukcapil, Senin (29/05/2017).

"Saat acara kependudukan di Gorontalo beberapa waktu lalu, Dirjen Kemendagri dalam sambutannya mengaku terkesan dengan program Semedi dari Sragen dan siap mengadopsi menjadi program nasional," ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, lewat program Semedi, pengurusan akta kelahiran dan dokumen kependudukan lainnya bisa sehari jadi. Inovasi layanan cepat ini juga digagas untuk memberantas ruang gerak praktik percaloan. Program ini sudah berjalan sejak 2015 dan oleh pemerintah pusat ditunjuk menjadi proyek percontohan nasional.

Sedangkan terobosan terbaru Dispendukcapil Sragen yakni melalui Pandu Online. Warga cukup mendaftar lewat handphone, bisa mengurus masalah kependudukan. Layanan seperti pindah-datang, akta kematian, akta kelahiran, dan kartu keluarga (KK) kini bisa dilakukan via online. "Sekarang ke kantor capil tinggal mengambil berkas. Daftarnya bisa lewat online di mana pun selama ada jaringan intenet," jelasnya.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengaku bangga dengan inovasi brilian di bidang administrasi kependudukan ini. "Kami minta terobosan ini memacu teman teman OPD (organisasi perangkat daerah) lain untuk terus berinovasi. Tentunya menjadi kehormatan bagi Sragen, terobosan layanan Semedi akan diadopsi pusat," tandasnya.

Yuni meyampaikan, daerah lain belum bisa memberikan layanan administrasi kependudukan sehari jadi seperti di Sragen. Artinya, daerah-daerah lain perlu belajar ke Sragen. Yuni mengaku sudah bertemu Dirjen Kependudukan yang berjanji akan semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan blanko e-KTP di Sragen. (Sam)

BERITA REKOMENDASI