Prokes Usaha Wisata Karanganyar Dapat Rapor Hijau

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Penyelenggaraan protokol kesehatan di bidang manajemen pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Karanganyar mendapat ‘rapor hijau’ dari Dinas Kepemudaan Olah Raga dan Pariwisata Jawa Tengah. Terkait penjatuhan sanksi pelanggar prokes diharapkan makin memberi jaminan kelayakan penyelenggaraan bisnis tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar Titis Sri Jawoto mengatakan rapor hijau dari Pemprov Jawa Tengah terhadap pariwisata dan ekonomi kreatif di Karanganyar berdasarkan penilaian langsung di lokasi.

“Tim dari Pemprov melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pariwisata di Jawa Tengah. Di Jawa Tengah baru 50 persen yang buka. Sedangkan di Karanganyar sudah 98 persen. Dari hasil evaluasi, di Jawa Tengah banyak yang mendapat rapor kuning dan merah. Sedangkan ada lima kabupaten/kota yang rapornya hijau termasuk Kabupaten Karanganyar,” katanya kepada KR, Senin (21/9).

Menurutnya, pencapaian itu bukan tanpa usaha keras. Dinas terkait dan para stakeholdernya menyiapkan aturan baku penyelenggaraan bisnis pariwisata dan usaha kreatif di masa pandemi. Simulasi dan uji coba dilakukan sebelum resmi membuka usaha tersebut. Setelah dibuka, satuan tugas percepatan penanganan Covid-19 rutin menginspeksi dan memberi sanksi pelaku usaha yang abai prokes. Belum lama ini, tiga pemilik usaha diperingatkan secara lisan karena dianggap lalai melakukan screening pengunjung.

Opini positif dari Pemprov Jateng linier dengan hasil sidak Biro Perekonomian Pemprov Jawa Tengah pada Selasa (15/9).

“Dari Biro Perekonomian Pemprov menyampaikan secara lisan bahwa penilaiannya baik untuk pariwisata Karanganyar,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, rencana penerapan sanksi bagi pelanggar prokes membawa angin segar bagi usaha pariwisata. Perketatan itu memberi jaminan pengelolaan obyek wisata bagi para pengunjung.

“Obyek wisata yang ketat dalam prokes, berarti lokasinya aman. Pengunjung juga lebih mantap masuk ke sana,” katanya.

Membaiknya penyelenggaraan prokes dalam usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Karanganyar dibuktikan dengan tren angka kunjungan meningkat. Dari 59 obyek wisata, tercatat 128.329 pengunjung pada Agustus 2020. Sedangkan pada Juli, tercatat 79.640 pengunjung.

“Bahkan saat ini jauh lebih banyak dibanding sebelum pandemi. Pada Februari lalu hanya 37 ribu pengunjung saja,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI