Propolis Gunung Lawu Mampu Obati Penyakit Ginjal

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Kekayaan hayati Gunung Lawu berupa propolis bermanfaat dalam membantu menurunkan atau menghambat progresifitas penyakit ginjal kronik (PGK). Itu dibuktikan Dr Agung Susanto dr SpPD, staf penyakit dalam Rumah Sakit Dr Moewardi Solo lewat penelitiannya untuk meraih gelar doktor sains kedokteran dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rabu (24/4).

Di depan tim penguji, ia mengatakan propolis memiliki manfaat signifikan untuk menurunkan progresifitas penyakit ginjal mulai dari tingkat molekuler, jaringan sampai tingkat klinis. Penelitian yang dilakukan Agung memang masih dalam pre klinik yakni pada binatang coba.

"Berikutnya saya siap melanjutkan penelitian ke tahap klinis, sehingga propolis benar-benar bermanfaat untuk kemaslahatan umat," jelas Agung. Ia terdorong kuat ingin menuntaskan penelitiannya, penyakit ginjal kronik (PGK) masuk urutan atas dalam menyedot dana BPJS. "Jadi saya ingin membantu pemerintah supaya kost BPJS bisa ditekan."

Dr Agung terus berupaya mencari terobosan agar PGK dapat dihambat atau ditekan. Sehingga pasien tidak segera jatuh ke stadium akhir  yang memerlukan tetapi pengganti ginjal berupa cuci darah. Karena cuci darah butuh biaya yang sangat mahal. Yang memprihatinkan mesinnya terus bertambah, tapi antrean pasien semakin banyak.

Propolis merupakan produk alami yang berasal dari resin tanaman yang dikumpulkan lebah madu memiliki sejumlah aktivitas biologis, seperti antiinflamasi dan antioksidan. "Selama ini propolis merupakan produk limbah karena yang diambil madunya. Kalau propolis bisa menjadi produk akan meningkatkan ekonomi warga di Tawangmangu,' tambah Agung. (Qom)

 

 

BERITA REKOMENDASI