Prosesi Brobosan Iringi Ritual Pemakaman Jenazah Ibunda Jokowi

Editor: Ivan Aditya

SOLO, KRJOGJA.com – Sebelum peti jenazah Ibunda Presiden Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo diberangkatkan ke makam keluarga, digelar tradisi Brobosan di Masjid Baiturachman yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari rumah duka Jalan Pleret Raya Banjarsari Solo, Kamis (26/03/2020). Prosesi brobosan ini merupakan tradisi Jawa sebagai penghormatan kepada almarhumah Eyang Noto, panggilan kepada Ny Sujiatmi.

Tradisi ini berlangsung dengan cara para keluarga dan kerabat berjalan menerobos di bawah peti jenazah yang posisinya diangkat. Presiden Jokowi paling depan kemudian diikuti adik-adiknya seperti Iit Sriyantini, Idayati, Titik Ritawati serta putra sulung Gibran Buming Raka dan Kaesang Pangarep.

Suasana prosesi pemakaman Eyang Noto rumah duka di Sumber Solo sebelumnya berdatangan sejumlah pejabat seperti Mendagri Tito Karnavian, Kepala Sekretariat Presiden (KSP) Muldoko. Selain itu juga hadir secara pribadi Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet), Ketua DPD La Nyalla Mattalitti, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan serta Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Mensesneg Pratikno menghimbau kepada para pelayat agar tidak memadati rumah duka terkait protokol Covid -19. Melayat ke rumah duka bisa diganti dengan berdoa di rumah masing-masing atau mengirim ucapan berduka bisa melalui media sosial atau karangan bunga.

Prosesi pemakaman jenazah Eyang Noto diawali dengan keluarnya Presiden Jokowi dan keluarga yang mengenakan pakaian serba putih dan bermasker. Jokowi tampak berjalan paling depan dan diikuti sejumlah keluarga dan kerabatnya di belakangnya.

Di belakang barisan Jokowi nampak putra sulung Jokowi Gibran Rakabuming Raka membawa foto besar Sudjiatmi Notomihardjo. Di urutan terakhir peti jenazah Eyang Noto dipanggul oleh enam anggota bataliyon kawal protokol pengawalan pengaman negara (Walproneg) Pasukan Pengamanan Presiden ( Paspampres).

Jenasah Eyang Noto dimasukkan dalam peti jenazah berwarna coklat. Di atas peti jenazah di letakkan untaian berbagai macam bunga. Jenazah eyang Noto perlahan-lahan di masukkan ke dalam Masjid Baiturachman yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari rumah duka.

Peti jenazah eyang Noto diletakkan di barisan paling depan. Bertindak sebagai imam salat jenazah secara bergantian empat orang imam masing-masing Drs H Abdul Latif, Drs H Darusalam MM, Deka Mujahidin SPi dan Drs H Mohamad Syakir. (Hwa/ Lim)

BERITA REKOMENDASI