Prosesi Cembengan Sambut Awal Giling Tebu di Karanganyar

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Sepasang temanten tebu diarak dari rumah besaran menuju rumah dinas administratur pabrik gula (PG) Tasikmadu, Jumat (13/4). Prosesi menyambut awal giling tebu itu digelar pesta budaya rakyat. 

"Tradisi ini sudah turun temurun sejak pabrik didirikan Mangkunegoro IV. Temanten tebu ini merupakan pasangan tebu terbaik yang diambil dari kebun berlainan. Tebu Bagus Sarkoro diambilkan dari Pandeyan, Kabupaten Sukoharjo dan tebu perempuan, Roro Ayu Palastri, diambilkan dari Kebun Suruh, Kecamatan Tasikmadu," kata Administratur PG Tasikmadu, Bambang Sutrisno kepada wartawan usai pasrah tampi mempelai tebu. 

Sesepuh mempelai pria dan wanita memberi nama keduanya dengan makna mendalam. Yakni perlambang hasil giling banyak, bersih, dan berkah. Artinya, gula yang dihasilkan nanti mempunyai rasa manis, kualitasnya bersih, dan membawa berkah bagi karyawan dan warga sekitar pabrik. Tradisi ritual ini sebagai simbol kebersamaan dengan petani, sekaligus berharap agar gula yang dihasilkan manis dan maksimal. 

Ribuan warga antusias menyaksikan arak-arakan menuju rumah dinas administratur pabrik. Di depan iring-iringan diantar pembawa sesaji dan reog. Sepasang pria dan wanita memakai baju pengantin Jawa berada di atas kereta kuda, seakan melambangkan mempelai di pesta pernikahan.

Penataan rombongan tahun ini berlainan. Tahun sebelumnya tebu manten yang dibawa satu pria dan satu wanita dengan didandani layaknya pengantin. Namun kali ini sepasang tebu temanten itu dibawa rombongan peraga yang berada dibelakangnya. Sesampai halaman rumah dinas, selanjutnya dibawa masuk ke ruang mesin giling. 

Pada tahun ini, PG Tasikmadu akan menggiling 336 ribu ton tebu di musim giling mulai 21 April mendatang. Agar target produksi gula kristal tercapai, manajemen menyiapkan sarananya secara maksimal. 

"Seperti penambahan power dan perbaikan gilingan memakain turbin yang sekarang menjadi elektro motor. Supaya daya perah menjadi kuat serta operasional semakin mudah," kata Bambang.

Ia menyampaikan PG Tasikmadu menargetkan menggiling 335.000 ton tebu dan menghasilkan 26.800 ton gula. Dia berharap proses menggiling tidak terlambat.  Bambang juga mengatakan, bahan baku mengandalkan panenan tebu dari Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, Klaten, Boyolali, Semarang, Sragen dan Ngawi bagian barat. “Recana giling nanti tanggal 21 April 2018. Sistem permesinan juga semakin baik,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI