Prostitusi Liar Kemukus Meluas, Pemkab Turun Tangan

Editor: KRjogja/Gus

SRAGEN (KRjogja.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen semakin tertantang untuk menata ulang kawasan wisata Makam Pangeran Samudera atau Gunung Kemukus di Kecamatan Sumberlawang. Hal ini dikarenakan jumlah warung remang-remang yang dipakai prostitusi liar di kawasan tersebut semakin bertambah.

Hasil pendataan pihak terkait, warung remang-remang penyedia Pekerja Seks Komersil (PSK) tidak hanya berdiri di kompleks Gunung Kemukus, namun sudah meluas ke Desa Soka, Kecamatan Miri yang telaknya tidak jauh dari Kemukus. Data Sapol PP setempat, jumlah PSK di Kemukus mencapai sekitar 200 orang. Sedangkan karaoke liar yang juga menyediakan jasa PSK mencapai 62 tempat.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati kepada wartawan Jumat (13/11) mengatakan, tahapan penutupan praktik prostitusi dan karaoke liar di Kemukus saat ini sedang berjalan. Pemkab masih terus melakukan pendataan terkait keberadaan warung remang-remang yang akan menjadi sasaran pembersihan. 

Dari data sementara, menurut Yuni, keberadaan warung remang-remang ternyata sudah meluas ke beberapa wilayah dekat Kemukus hingga masuk Desa Soka, Kecamatan Miri yang bersebelahan. "Sosialisasi sudah dilakukan dan terus didata. Tapi memang terjadi pelebaran lokasinya. Ternyata tidak hanya terlokalisir di Kemukus saja tapi sudah masuk di Desa Soka. Tapi hanya di sekitar-sekitar situ (Kemukus) saja," ujarnya.

Yuni mengaku sudah memerintahkan petugas untuk mulai melakukan penindakan. Aksi bersih-bersih Kemukus dari praktik esek-esek akan dilakukan dengan penutupan warung dan tempat karaoke. Ia juga sudah meminta Sekda untuk mengecek dan memantau perkembangan pendataan di Kemukus. Saat ini, rencana pembersihan Kemukus tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) pembentukan Tim Terpadu. "Kemarin masih menunggu dari Kodim dan Polres, nama-nama yang dimasukkan ke Tim tersebut," jelasnya.

Ditambahkan Yuni, sosialisasi pembersihan Kemukus sebenarnya sudah dilakukan oleh tim Satpol PP. Tapi dengan dibentuknya tim terpadu, diharapkan aksi lebih efektif. Keberadaan tim terpadu dipandang penting mengingat pembersihan tidak mungkin hanya dilakukan oleh Satpol PP sendiri.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Pendem Kecamatan Sumberlawang, Hardiyana menyampaikan sudah ada dua kali sosialisasi ke warga terkait wacana Pemkab Sragen membersihkan praktik warung remang-remang dan prostitusi liar di Kemukus. Saat ini masih dilakukan pendataan untuk mengetahui jumlah warung maupun karaoke dan PSK yang akan dibersihkan. "Berapa jumlah pastinya masih didata oleh tim terkait. Yang jelas rencana aksi sudah kami terima dan disosialisasikan," tuturnya. (Sam)

 

BERITA REKOMENDASI