Proyek Air Bersih, PUDAM Tirta Lawu Ajukan Rp 52 Miliar

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Lawu Karanganyar mengajukan dana pembuatan jaringan air bersih ke Kementrian PU senilai Rp 52 miliar. Pengajuannya melalui Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). 

Dirut PUDAM Tirta Lawu Karanganyar, Prihanto mengatakan, air bersih bersumber Watu Belah, Desa Pancot, Tawangmangu akan disalurkan ke wilayah Gondangrejo. Dibutuhkan infrastruktur bernilai puluhan miliar rupiah untuk mengalirkan air dari lereng Lawu itu ke wilayah hilir. Termasuk membangun reservoir dan Balai Pelaksana Teknis (BPT) PUDAM Tirta Lawu di wilayah Perhutani.  

"Dibutuhkan modal besar menyambungkan sumber mata air Pancot ke Gondangrejo. Dalam DED (Detail Engineering Design), kami mengajukan Rp 52 miliar. Pengajuannya lewat BBWSBS. Kebutuhannya untuk perpipaan, sistem dan jaringan," kata Prihanto.

Sejauh ini, penyambungan terjauh baru bisa dilakukan dari sumber air tersebut ke Mojogedang berjarak 7 kilometer. Pemilihan sumber mata air di lereng Lawu karena sumber air sumur artesis di Gondangrejo tidak mengalir kencang. Sumur artesis di sana hanya berkapasitas 7 liter per detik. Sedangkan sumber di Pancor 40 liter per detik. 

"Padahal di Wonorejo, pengajuan sambungan mencapai 3.000 rumah tangga. Kalau hanya mengandalkan sumur artesis, 7 liter per detik hanya setara 700 sambungan rumah tangga. Sangat kurang," katanya. 
Menurutnya, kebutuhan dana pembangunan infrastruktur air bersih itu mendesak. PUDAM tak bisa mengandalkan mendapat bagian air minum bersumber air permukaan sungai pada program Wonogiri dan Sukoharjo, Kota Surakarta, Kabupaten Karanganyar dan Sragen (Wosusukas). Karanganyar mendapat jatahnya, diperkirakan tahun 2023.

"Wosusukas itu kapasitasnya 50 liter per detik. Itu pun jika Karanganyar dijatah, hanya Kebakkramat saja yang bisa diberi karena terdekat dari Sungai Bengawan Solo. Dan lagi kualitasnya tak sebagus sumber mata air dari pegunungan," katanya. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI