Proyek Kantor Kecamatan Plupuh Dilelang Ulang

Editor: KRjogja/Gus

SRAGEN (KRjogja.com) – Proyek pembangunan Kantor Kecamatan Plupuh, Sragen, senilai Rp 2,9 Miliar terpaksa dilelang ulang. Hal ini dikarenakan pemenang lelang adalah rekanan yang masuk blacklist atau daftar hitam.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati Rabu (27/9) mengatakan, pihaknya memang sempat kecolongan memenangkan rekanan yang ternyata masuk 'blacklist'. Petugas Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ) diakui teledor terkait pemeriksaan dokumen calon rekanan saat proses lelang sebelumnya. 

Yuni berharap keteledoran ini menjadi pembelajaran penting dan tidak terulang di kemudian hari. "Ada yang mungkin terlewati di LPBJ saat pemeriksaan dokumen. Jadi ada rekanan dengan nama berbeda tapi punya NPWP (nomor pokok wajib pajak) yang sama dengan rekanan 'blacklist'. Harapan saya ini menjadi sebuah pembelajaran agar ke depan kami lebih baik," ujarnya.

Menurut Yuni, setelah rekanan pemenang lelang diketahui 'blacklist', maka proyek pembangunan kantor Kecamatan Plupuh otomatis diputus kontraknya. Selanjutnya, Pemkab Sragen melakukan lelang ulang. "Sudah tayang lelang ulang, bahkan sudah ada rekanan yang menawar," tandasnya.

Lelang ulang proyek tersebut sedang berlangsung dan diharapkan secepatnya dapat rekanan baru. Hal ini dikarenakan waktu pekerjaan juga sudah semakin mepet. "Kalau sampai jadi silpa (sisa lebih perhitungan anggaran) APBD, berarti perencanaan tidak baik. Saya harapkan tetap dilaksanakan dan  dilanjutkan tahun ini," tuturnya.

Sekda Sragen, Tatag Prabawanto, mengatakan, telah ada perubahan tahapan pengerjaan proyek pembangunan Kantor Kecamatan Plupuh. Semula direncanakan lima bulan, kini harus tuntas dalam 80 hari kerja (2,5 bulan). "Ini sudah ada satu penawar dari Ungaran. Itu nanti harus ekstra kerja keras, lembur. Semula proyek ini didesain untuk lima bulan pengerjaan," tandasnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI