Proyek Miliaran Rupiah di Karanganyar Gagal Lelang

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Terdapat dua proyek pembangunan jalan dan jembatan bernilai miliaran rupiah gagal dilelangkan. Penyebabnya, tawaran itu minim peminat dan calon rekanan tak memenuhi syarat.

Dua proyek gagal lelang itu yakni pelebaran jalan dan pembangunan jembatan Sejelampang senilai Rp 1,3 miliar. Kemudian pembangunan ruas jalan Kemuning-Ngargoyoso senilai Rp 1,9 miliar.

Dikatakannya Kepala Bagian Pembangunan Setda Karanganyar, Sugeng Raharto proyek itu beberapa kali dilelangkan namun tetap saja minim peminat memenuhi syarat. “Bahkan untuk jalan Kemuning-Ngargoyoso, dilelangkan sampai tiga kali tetap saja gagal,” katanya kepada KRJOGJA.com, Senin (04/12/2017).

Sugeng mengatakan, seluruh proyek bersumber APBD yang dilelangkan melalui sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) mutlak memenuhi syarat administratif. Sayangnya, banyak peserta lelang tersisih. Untuk meminimalisasi problem itu, Pemkab berulangkali menyosialisasikan ke perusahaan jasa konstruksi perihal pemenuhan syarat tersebut.

“Beberapa proyek yang mengalami kendala sama, akhirnya bisa lanjut setelah calon rekanan memenuhi syarat di administrasi lelang. Misalnya pembangunan Jalan Kadipekso-Cetho Rp 1,3 miliar ini. Meski, proramnya harus diperpanjang,” katanya.

Sugeng mengatakan, proyek yang dianggarkan di APBD perubahan paling rentan gagal lelang. Disamping waktu pengerjaan mepet tutup tahun anggaran, rekanan tidak ingin  mengambil risiko dipenalti denda karena molor.

Kepala Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dishub PKP) Sundoro menceritakan pengalamannya berulang kali gagal melelangkan pemasangan lampu peneraangan jalan umum (PJU). Ia membenarkan problemnya pada administrasi kurang komplit calon rekanan.

“Bahkan hingga ke hal-hal mendasar syarat itu tercecer, seperti pajak, NPWP, dan sebagainya. Itu semua harus dipenuhi rekanan,” katanya.

Ia mengatakan, pengadaan dan pemasangan PJU Jalan Lawu Rp 1,22 miliar kini masuk tahap verifikasi administrasi oleh tim Unit Lelang Pengadaan (ULP). Sebelumnya, proyek itu beberapa tahun gagal dilelangkan.

Gagal lelangnya sejumlah proyek infratsruktur mendapat tanggapan serius dari legislatif. Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto, menilai Pemkab Karanganyar kurang fokus pada berbagai programnya. Kondisi ini berdampak pada rendahnya serapan anggaran hingga memasuki akhir tahun anggaran 2017. (Lim)

BERITA REKOMENDASI