PTM Wonogiri Diperbolehkan, Mahasiswa KKN UAD Bantu Perketat Protokol Kesehatan di Lingkungan Sekolah

WONOGIRI, KRJOGJA.com – Pandemi global akibat virus COVID-19 telah menjadi tembok besar bagi masyarakat dunia, terutama Indonesia. Pandemi ini berdampak terhadap sektor vital di Indonesia salah satunya sektor Pendidikan. Sudah hampir dua tahun pemerintah telah memberlakukan sistem pembelajaran daring, baik pada jenjang Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Kondisi ini memaksa pemerintah dan masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang cukup sulit. Hal tersebut juga menjadi sebab berkurangnya minat belajar para siswa di Wonogiri.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri, Jawa Tengah telah memberikan lampu hijau untuk diselenggarakannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) perdana pada hari Senin (18/10/2021). PTM terbatas ini di laksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat serta mengacu ketentuan dimana jumlah siswa yang boleh hadir di sekolah adalah 50 persen dari jumlah seluruh siswa sekolah baik jenjang SD hingga SMA/SMK.

SD Kanisius Serenan 1 Giriwoyo, Wonogiri melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di minggu kedua dimana hari Senin, Rabu, dan Jumat diperuntukkan kelas Ganjil, yaitu kelas 1 berjumlah 16 siswa, kelas 3 berjumlah 13 siswa, dan kelas 5 berjumlah 16 siswa. Sedangkan untuk kelas Genap, PTM di laksanakan pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Keputusan ini dibuat oleh pihak sekolah dan yayasan dengan mengacu pada SK Pemerintah Kabupaten Wonogiri mengenai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Wonogiri. Tentu saja, tenaga pendidik di SD Kanisius Serenan 1 Giriwoyo telah mendapatkan vaksin hingga dosis ke-2 sehingga sudah memenuhi syarat untuk melaksanakan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) walau secara terbatas.

“Jalannya kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SD Kanisius Serenan 1 Giriwoyo, Wonogiri berjalan lancar. Program Kampus Mengajar Angkatan 2 yang dicetuskan oleh Kemdikbud adalah salah satu program ‘Merdeka Belajar’. Program ini juga merupakan rekognisi dari KKN Kampus Mengajar Angkayam 2 di Universitas Ahmad Dahlan,” ujar mahasiswa Sastra Inggris UAD angkatan 2019 Arjunna, yang ikut melakukan pemantauan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut, Senin (25/10/2021).

UAD

BERITA REKOMENDASI