Puluhan Orang Keracunan Takjil, Satu Meninggal Dunia

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Puluhan warga Dusun Tukringin Rt 02 dan 03 Rw VIII Desa Gerdu Kecamatan Karangpandan mengalami keracunan usai menyantap makanan takjil dan minuman berbuka puasa yang dibagikan di Masjid At Taubah desa setempat. Satu diantaranya meninggal dunia.

Hingga Senin tercatat 56 korban dirawat inap di RSUD Karanganyar, klinik Siti Fatima dan Puskesmas Karangpandan. Mereka diangkut belasan ambulans menuju puskesmas, lantaran IGD puskesmas tak mampu menampung pasien, maka dialihkan ke RSUD pada Minggu (09/05/2021) malam.

Para pasien kebanyakan mengeluh pusing, mual, demam sampai pingsan usai menyantap nasi bungkus lauk tempe bacem, oseng-oseng kacang panjang dan sirup es buah pada, Sabtu sore (08/05/2021). Sekretaris Desa Gerdu, Suyatmi mengatakan takjil dan makanan berbuka itu dibuat seorang warga Rt 02 bernama Sri.

“Tiap hari jatahnya giliran. Nah, pada Sabtu lalu giliran bu Sri. Dia memasak sendiri. Enggak pesan. Untuk membuat es buah sirup, sirupnya bikinan sendiri. Bukan pabrikan,” katanya.

Dari puluhan korban, satu diantaranya cucu kandung Sri. Sementara itu terkait kematian Sudarmi, ia mengatakan lansia itu terlambat ditangani. Saat masuk ke UGD RSUD, Sudarmi sudah kritis.

Diceritakan sejak mengeluh sakit pada Minggu siang, ia diantar ke sejumlah faskes. Namun ditolak dengan berbagai alasan. Satu diantaranya Sudarmi belum swab.

“Yang mengantarkan tidak bisa naik sepeda motor. Mau nyari surat Swab juga bingung kemana. Baru saat banyak yang tumbang pada Minggu malam, ia diangkut ambulans,” jelasnya.

Ia mengatakan beberapa korban yang rawat jalan kembali kambuh. Mereka dilarikan lagi ke faskes terdekat. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar Purwati mengatakan dilakukan autopsi di RS Dr Moewardi terhadap jenazah Sudarmi. Itu untuk keperluan penyidikan kepolisian. Mengenai Sudarmi yang ditolak di beberapa faskes, saat itu belum banyak yang tahu terjadi KLB sehingga melayani sesuai prosedur.

Terkait penyebab keracunan, tim sudah mengambil sampel makanan dan minuman yang disantap korban keracunan. Sampel itu sedang diteliti di laboratorium. Ia menyebut total korban keracunan sampai 68 orang. Namun 56 dirawat inap sedangkan sisanya rawat jalan.

“Semua yang dirawat, biayanya ditanggung pemerintah. Ini termasuk kejadian luar biasa. Penanganan sama, hanya saja rawat inap di kelas III dengan standar tersebut,” katanya.

Kapolres Karanganyar AKBP Muchammad Syafi Maula mengatakan polisi meminta keterangand dari lima orang saksi. Yakni tiga orang juru masak, satu takmir masjid dan seorang Ketua Rt. Jumlah saksi kemungkinan bertambah.

“Sampel makanan dikirim ke Lab Polda Jawa Tengah. Untuk sementara di lokasi (Masjid At Taubah) vakum dulu kegiatan termasuk bagi takjil. Mayoritas jemaahnya masuk RS,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI