Puluhan Orang Tertipu Beli Sepeda Motor di Sukoharjo

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Kasus penipuan uang dan penggelapan sepeda motor dengan korban sebanyak 30 orang senilai total Rp 400 juta berhasil diungkap Polres Sukoharjo. Tersangka Muhammad Firdaus Iskandar (36) warga Plampang, Ngombakan, Polokarto, Sukoharjo merupakan sales diler sepeda motor di wilayah Serengan, Kota Solo. 

Sebanyak 13 dari total 30 orang korban sudah melaporkan pada petugas. Sedangkan sisanya 17 orang lainnya diharapkan segera melapor untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Senin (13/1) mengatakan, pada awal tahun 2020 Polres Sukoharjo berhasil melakukan pengungkapan kasus besar berupa penipuan dan penggelapan. Pelaku dalam hal ini sudah ditetapkan penyidik menjadi tersangka tunggal. Namun polisi masih melakukan penyelidikan untuk mendalami kasus tersebut. Tersangka dijerat Pasal 372 dan pasal 378 KUHP dengan kurungan penjara maksimal selama empat tahun.

Kapolres menjelaskan, kronologis kejadian bermula pada 13 Juni 2019 sekitar pukul 20.00 WIB korban Suyoto Budi Santoso warga Plampangan RT 01 RW 06 Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto membeli sepeda motor Honda Scoopy baru dari tersangka Muhammad Firdaus Iskandar yang bekerja sebagai sales sepeda motor disalah satu diler di wilayah Serengan, Kota Solo. Tersangka pada saat itu menawarkan sepeda motor pada korban dengan harga promo dari sebelumnya Rp 20 juta menjadi Rp 17 juta. Korban kemudian tertarik karena besarnya potongan Rp 3 juta dan murahnya harga. Korban membayar cash atau tunai sepeda motor yang dibelinya dari tersangka.

Pada Desember 2019 korban kaget karena didatangi orang mengaku dari salah satu penyedia kredit menagih angsuran sepeda motor. Korban kaget dan tidak terima ditagih karena sejak awal membeli sepeda motor secara tunai dan sudah lunas. Korban kemudian mencari kejelasan kasus dengan mendatangi diler tempat membeli sepeda motor dari tersangka. Hasilnya ternyata bahwa diler mengetahui pembelian sepeda motor korban dengan sistem kredit. Korban baru membayar uang tunai Rp 2,5 juta dan wajib membayar angsuran sebesar Rp 1.360.000 per bulan selama 17 bulan dan masih tersisa 12 bulan angsuran sebesar Rp 16.320.000. Korban menderita kerugian total sebesar Rp 33.320.000.

Merasa tertipu korban kemudian pada 24 Desember 2019 melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sukoharjo. Usai mendapat laporan tersebut Polres Sukoharjo langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya diketahui ternyata sudah ada 13 orang korban melapor kejadian serupa di Polres Sukoharjo.

Polisi langsung melakukan penyelidikan berbekal keterangan dan bukti yang dimiliki para korban. Tersangka akhirnya bisa ditangkap pada 8 Januari 2020 sekitar pukul 13.00 WIB disebuah tempat kos di daerah Kabupaten Kebumen.

Dalam pemeriksaan tersangka mengakui perbuatannya telah melakukan penipuan terhadap korban. Dihadapan penyidik tersangka juga mengaku melakukan modus penipuan lain kepada korban. Tersangka menawarkan pada korban telah mendapat undian sepeda motor dan harus menebus dengan sejumlah uang sekitar Rp 9 juta. Setelah uang diberikan kepada tersangka ternyata korban tidak kunjung mendapat sepeda motor seperti dijanjikan sebelumnya.

Modus lainnya juga dilakukan tersangka kepada korban untuk menukar sepeda motor bekas ditukar baru. Namun setelah tersangka menerima sepeda motor bekas korban, kemudian sepeda motor tersebut dijual dan uang hasil penjualan dipakai untuk kepentingan pribadi. 

"Total korban ada sebanyak 30 orang senilai Rp 400 juta sesuai pengakuan tersangka saat dilakukan pemeriksaan. Sekarang sudah ada 13 korban dan sisanya 17 korban kami harap segera melapor ke petugas," ujarnya.

Kapolres melanjutkan, sebagian besar korban penipuan merupakan tetangga dan orang kenalan tersangka di lingkungan rumah di Plampang, Ngombakan, Polokarto. Para korban sudah terlanjur percaya terhadap tersangka yang sudah lama bekerja di diler sepeda motor.

"Korban ini kebanyakan tetangga dekat rumah tersangka. Ada juga kenalan lain dan mereka sebelumnya percaya dan tidak menaruh curiga sehingga bersedia membeli sepeda motor melalui tersangka," lanjutnya.

Korban penipuan Suyoto Budi Santoso warga Plampang RT 01 RW 06 Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto saat hadir di Mapolres Sukoharjo mengatakan, tertarik membeli sepeda motor karena harga murah ada potongan sebesar Rp 3 juta. Selain itu juga sudah percaya pada tersangka karena merupakan tetangganya sendiri setiap hari bertemu di rumah. Korban mengenal tersangka juga taat beribadah dan sering berkumpul dengan warga lain. Atas penawaran tersangka tersebut Suyoto akhirnya membeli satu unit sepeda motor Honda Scoopy dan membayar cash tunai sebesar Rp 17 juta pada tersangka.

"Saya sudah bayar lunas cash tunai Rp 17 juta tapi tiba tiba ada orang datang ke rumah menagih angsuran kredit sepeda motor. Jelas saya kaget dan sempat mencari tersangka ini tapi sudah melarikan diri," ujarnya 

Suyoto mengatakan, korban aksi penipuan tersangka tidak hanya dirinya saja, namun masih banyak lagi dan sebagian besar merupakan tetangga rumah. Para tetangga juga tergiur harga murah dan sudah terlanjur percaya pada tersangka yang dikenal lama bekerja di diler sepeda motor. 

"Sekarang saya sudah tertipu dan harus masih harus membayar angsuran kredit. Ibaratnya saya bayar dua unit sepeda motor namun barangnya hanya dapat satu unit saja," lanjutnya. (Mam)

 

 

BERITA REKOMENDASI