Punggawa Kraton Setor Rp 2 Juta ke Ratu untuk Seragam

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN, KRJOGJA.com – Sanggar Awan Mukti milik Sri Agung yang berlokasi di Dukuh Saren RT 14/ RW 7 Desa Brajan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten disebut-sebut sebagai Kraton Agung Sejagad Wilayah Timur yang merupakan cabang dari kraton serupa yang berpusat di Purworejo. Sri Agung merupakan punggawa kraton.

Penelusuran KRJOGJA.com, Jumat (17/1/2020), di dalam kraton terdapat bangunan joglo dari kayu, disampingnya ada terpal biru penutup yang didalamnya diduga merupakan prasasti yang dipahat pada batu besar. Dibelakangnya terdapat kolam dan patung gunungan bertuliskan Sendang Panguripaning Jagad. Di belakang kolam ada hamparan kebun yang banyak ditumbuhi tanaman liar. 

Di beberapa sudut kraton terpampang gambar-gambar pewayangan, lukisan, papan pengumuman kegiatan yang kosong dan papan bertuliskan bahasa Jawa. Di sekelilingnya masih banyak terdapat pohon rindang. Kraton ini berdampingan dengan rumah penduduk. Setidaknya ada sekitar 36 orang warga Prambanan masuk dan menjadi anggota kraton tersebut.

Dalam perbincangan bersama Pemerintah Kecamatan Prambanan dan Pemerintah Desa Brajan, Sri Agung, menceritakan, aktivitas Kraton Agung Sejagad Wilayah Timur berawal pada tahun 2018. Sebelumnya merupakan sanggar seni untuk aktivitas kesenian dan budaya. Ia mengklaim bahwa lokasi tersebut dulunya merupakan tempat wisata. 

"Ini kan tempat wisata. Sanggar wisata. Anak-anak sering datang kesini untuk belajar melukis, belajar mengukir. Sering juga kegiatan lomba mewarnai dan kegiatan bhakti sosial seperti bulan puasa menyantuni anak yatim, santunan jompo. Sumber dana iuran. Kami kan punya relasi banyak," ujarnya.

Camat Prambanan, Suhardi, mengatakan, dirinya sudah berbincang banyak dengan Sri Agung mengenai Kraton Agung Sejagad Wilayah Timur. Aktivitas kraton dimulai sejak tahun 2018. Pertama kali direkrut, Sri Agung mengaku membayar Rp 2 juta kepada ratunya (Totok) untuk perlengakapan seragam. Setelah itu Sri Agung diangkat sebagai punggawa kraton.

Terkait batu prasasti, lanjut Suhardi, dibangun tahun 2019. Ratu Agung Sejagad (Totok) datang ke Kraton Agung Sejagad Wilayah Timur dua kali. Pertama, pada peletakan batu pertama (peresmian) dan kedua pada saat proses akhir pemahatan batu prasasti sekitar bulan Oktober 2019.

"Saya kenal dengan Sri Agung sudah lama karena aktif dalam kegiatan kesenian. Terkait kraton saya baru tahu setelah viral. Setahu saya dulu itu sanggar seni. Setelah kejadian ini kami terus koordinasi dengan pihak berwajib," ujarnya. (Lia)

 

 

BERITA REKOMENDASI