Purnawirawan TNI Merasa Jadi Sampah

SOLO (KRjogja.com) – Puluhan purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI)/Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang rata-rata berusia lanjut, melancarkan aksi menuntut pencairan gaji ke-14. Mereka merasa diperlakukan sebagai sampah, atas pembatalan gaji ke-14 bagi purnawirawan dan pensiunan, sebagaimana pernah dijanjikan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menjelang lebaran lalu, selain pula bentuk diskriminasi.

Presiden minta TNI – Polri hentikan pertikaian. Klik disini.

Para purnawirawan ini tampak bersemangat menyampaikan orasi di atas panggung, di kawasan Bunderan Gladag, Rabu (3/8/2016), sembari sesekali meneriakkan yel-yel 'merdeka' yang disambut peserta aksi dengan mengepalkan tangan. Tak jarang, saat berorasi beberapa orator terbatuk-batuk, bahkan terpaksa harus menyudahi orasi karena batuk tak tertahankan lagi.

Puluhan tahun para purnawirawan dan pensiunan ini mengabdikan diri kepada bangsa dan negara, ujar Satrio Sarno, salah seorang purnawirawan TNI Angkatan Darat (AD), bahkan harus menyabung nyawa ketika bertugas di wilayah konflik. Namun apa yang terjadi ketika memasuki masa pensiun, gaji-14 yang pernah dijanjikan tak kunjung direalisasikan.

Baca juga: Perwira TNI-Polri Harus Bersikap Responsif.

"Kami sudah diperlakukan tidak adil seperti sampah," tegasnya sembari menyerukan kepada kalangan purnawirawan dan pensiunan tidak takut memperjuangkan gaji ke-14, kendati berujung dengan penangkapan sekalipun. Jika memang harus ditangkap dan dipenjarakan akibat perjuangan ini, disebutnya masih terasa nyaman dibanding ketika ditugaskan ke Timor Timur dengan taruhan nyawa. Karenanya, dari Solo mereka mengisyaratkan kepada seluruh purnawirawan dan pensiunan di Indonesia merapatkan barisan.

Jika dalam satu atau dua bulan ke depan pemerintahan Jokowi tidak merespon tuntutan tersebut, mereka akan melakukan aksi serupa ke istana negara di Jakarta. "Mulai saat ini, masing-masing purnawirawan dan pensiunan menyisihkan uang ala kadarnya untuk bekal nggrudug istana negara pada saatnya nanti," tegas Sarno. (Hut)

BERITA REKOMENDASI