PWM dan PWA Jateng Dukung Penuh Keputusan Sidang Tanwir

SEMARANG,KRJOGJA.com- Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jateng mendukung penuh sejumlah poin keputusan sidang tanwir Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM) dan Pimpinan Pusat Aisyiyah (PPA) yang digelar se Indonesia secara daring, Minggu (19/7/2020). Sidang sehari penuh tersebut dibuka oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nashir MSi dari Yogyakarta dan diikuti oleh PWM, PWA, Organisasi Otonom se Indonesia melaui jaringan internal zoom.

“Salah satu keputusan sidang tanwir, pelaksanaan Mukmatamar diundur Juli 2022 dan dilaksanakan Mukmatar tatap muka atau muktamar seperti yang sudah sudah. Dalam sidang tanwir muncul 3 wacana pelaksanaan Muktamar dari berbagai PWM PWA se Indonesia, yaitu Muktamar dilakukan Desember 2020 secara daring, dilaksanakan 2021 secara daring atau melihat kondisi lebih lanjut, serta Muktamar biasa dengan ketemu tatap muka di 2022. Akhirnya sidang tanwir memutuskan Muktamar dilaksanakan secara biasa bukan daring Juli 2022” ujar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) H Tafsir MAg di sela sela mengikuti sidang secara daring dari aula Lantai 7 Gedung Fakultas Kedokteran Unimus, Minggu (19/7) bersama Ketua PWA Jateng Dr Hj Umul Baroroh, Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi MPd dan pejabat PWM PWA lainnya.

Menurut Tafsir, PWM dan PWA Jateng sebelumnya sudah melakukan konsultasi intensif dengan UMS sebagai tuan rumah Muktamar yang menginginkan pelaksanaan Muktamar dilakukan dengan tatap muka meski konsekuensinya harus diundur karena saat ini masih pandemi covid. Akhirnya keinginan tersebut disampaikan di sidang tanwir.

“Kenapa kami menginginkan sidang biasa bukan daring karena sejumlah pertimbangan di antaranya muktamar tidak sekedar milik pimpinan, membuat program kerja dan evaluasi program tetapi ada nilai nilai lain secara sosiologis. Yaitu silaturahmi tatap muka yang kuat, inspirasi kuat dan ada motviasi kuat pula. Saat pulang dari muktamar masing masing akan pulang membawa semangat baru untuk pengembangan organisasi Muhammadiyah di daerahnya. Silaturahmi, inspirasi, dan motivasi serta semangat baru bagi persyarikatan ini tidak ada jika dilakukan secara daring” ujar Tafsir.

BERITA REKOMENDASI