Rakornas NU Care-Lazisnu, Belajar dari Koin NU Sragen

SRAGEN, KRJOGJA.com – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III NU Care Lazisnu resmi dibuka oleh Ketua PBNU H Sulthon Fathoni di Pondok Pesantren (Ponpes) Walisongo Sragen, Senin (29/01/2018). Keberhasilan pengumpulan dana lewat Koin NU di Sragen menjadi bahasan utama dalam Rakornas yang diikuti 300 peserta utusan Lazisnu se-Indonesia.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) NU Care-Lazisnu, Syamsul Huda mengatakan, Rakornas ketiga ini digelar dengan motivasi tinggi mengambil semangat PCNU Sragen yang sukses dengan program Koin NU hingga terkumpul dana sekitar Rp 5,8 Miliar dalam kurun waktu satu tahun. "Sebenarnya, bukan nominal yang menjadi acuan kami. Namun sistem dan manajemen yang telah terkonsep inilah yang menurut kami menjadikan Sragen patut dijadikan percontohan," ujarnya.

Menurut Syamsul, semangat gotong royong warga nahdliyin yang terkonsolidasi dengan baik di Sragen juga sangat sulit ditemukan di daerah lain di Indonesia. Diyakini, kebangkitan NU akan dimulai dari Sragen. "Tanda-tanda kebangkitan NU dari Sragen sudah mulai kelihatan. PCNU Sragen benar-benar berkembang pesat terutama dalam aspek pengelolaan ekonomi. Kami ingin agar semangat dari PCNU Sragen dengan menggerakkan Koin NU bisa ditularkan kepada semua peserta Rakornas," jelasnya.

Dana yang terkumpul itu, jelasnya, kemudian dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan sosial, membantu fakir miskin, membangun kantor cabang, hingga membeli bis untuk kegiatan ziarah wali dan juga mendirikan usaha travel haji dan umroh. "Langkah berikutnya di Sragen sebagai kelanjutan dari kesuksesan tersebut, kami akan mendorong untuk pengembangan ekonomi umat," tandas Syamsul.

Secara umum Syamsul melaporkan, NU Care-Lazisnu di bawah kepemimpinannya sejak 2016 memiliki modal sebesar kurang lebih Rp 500 juta. Kemudian pada 2017 berhasil dikumpulkan dana kurang lebih Rp 16 miliar dan sekitar Rp 11 miliar di antaranya untuk siaga bencana termasuk membantu suku Asmat dan Rohingnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI