Ramadan, Permintaan Barang Banyak, Inflasi Naik

SOLO,KRJOGJA.com – Tingginya permintaan barang/jasa selama Ramadan dan Idul Fitri mendorong kenaikan harga yang berimbas meningkatkan inflas di Kota Solo. Trwn itu telah terjadi dalam tiga tahun terakhir dimana rata rata inflasi mencapai 0,56 persen mtm, sementara bulan-bulan lainnya hanya 0,30 persen mtm.

Komoditas yang menjadi penyumbang inflasi meliputi: daging ayam ras, telur ayam ras, aneka cabai, bawang merah, bawang putih dan tarif angkutan udara.

Kepala Bank Indonesia Solo, Bandoe Widiarto mengungkapkan itu kepada wartawan dalam "Diseminasi Informasi Kondisi Perekonomian," Jumat (16/6/2017) malam.

Hingga Mei 2017 inflasi Kota Solo tercatat 1,95 persen (ytd) atau 3,45 persen (yoy). Adapun inflasi pada Mei sebesar 0,33% (mtm), terutama disumbang kenaikan harga komoditas bawang putih, telur ayam ras, dan tarif listrik.

Sebagai upaya untuk mengendalikan inflasi terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri, KPw BI Solo bersama TPID telah melaksanakan berbagai kegiatan yang terangkum dalam Program 5K. Beberapa kegiatan yang telah dan akan dilakukan antara lain seperti inspeksi lapangan ke 3 (tiga) pasar utama di Kota Surakarta, koordinasi dengan pihak berwenang untuk menjaga kelancaran jalur distribusi dan pengamanan distribusi barang, pemberian himbauan untuk bijak berbelanja.

Selain itu menggelarl pasar murah di 5 (lima) kecamatan, pembagian sembako gratis, serta inspeksi pasar menjelang Lebaran. Kegiatan dilakukan untuk menjamin ketersediaan pasokan bahan pangan sehingga harga di lapangan menjadi lebih terkendali.(Qom)

 

BERITA REKOMENDASI