Rayakan Galungan di Candi Cetho, Berdoa Anak Bangsa Kembali Bersatu

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Ratusan umat hindu Kabupaten Karanganyar menggelar upacara Galungan di pelataran Candi Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Rabu (24/7). 

Dipimpin seorang pemangku adat di Candi Cetho, upacara Galungan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Para umat melakukan prosesi upacara dari awal hingga akhir secara khusyuk. Kabut dan dingin menusuk tulang khas lereng Lawu tidak menyurutkannya menunaikan ibadah tersebut. Selama hampir satu jam, mereka melantunkan kidung dan memanjatkan doa. Kekhusyukan mereka tidak terganggu aktivitas wisatawan yang datang pada saat prosesi upacara berlangsung. 

Setelah prosesi selesai dilakukan, kemudian menggelar acara makan bersama dengan sesaji yang telah dipersiapkan. Sesaji itu terdiri dari nasi tumpeng, ayam kampung panggang, sayur dan juga beberapa lauk lainnya. Makan bersama merupakan ungkapan syukur dalam merayakan kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (keburukan), yang merupakan inti dari perayaan Galungan. 

Pemangku adat Candi Cetho, Mangku Gede Mahardika, mengatakan acara Galungan digelar setahun dua kali. Menurutnya Galungan adalah perayaan hari kemenangan bagi seluruh umat hindu yang ada di seluruh bumi. Prosesi dimulai sejak Selasa (23/7) lalu, dimana umat Hindu mulai datang untuk memasang penjor dan berbagai kelengkapan upacara.

"Puncak acaranya, dengan melaksanakan sembahyang dan dipungkasi dengan megibung atau makan bersama dari sesaji yang dibawa. Megibung ini simbol rasa syukur, karena telah memenangkan dharma atas adharma di dalam diri kami," katanya.  
Dia juga berdoa, dari perayaan Galungan ini, diharapkan Indonesia ke depan tetap damai. 

"Kami umat Hindu selalu berdoa untuk kedamaian semua pihak. Pascapemilu, semoga semua anak bangsa kembali satu, untuk persatuan Indonesia," pungkasnya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI