Razia Pekat Ramadan, Polisi Kukut 13 Pejudi

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Sebanyak 13 tersangka pelaku perjudian ditangkap aparat Polres Karanganyar di tiga tempat kejadian perkara (TKP). Ironisnya, mereka berjudi sambil menunggu makan sahur.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan delapan tersangka digerebek di sebuah rumah di Dusun Tiris Rt 01/Rw III Desa Kebak, Jumantono pada Jumat (2/6) pukul 01.30 WIB. Mereka adalah warga setempat berinisial WD (51), YS (54), TR (60), WL (50), WH (46), ST (50), PD (56) dan SK (59).

“Penangkapan delapan orang pejudi ini di rumah salah seorang tersangka yang kerap dipakai berjudi,” kata Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan dalam gelar barang bukti kasus perjudian di Mapolres, Senin (5/6).

Di lokasi ini, polisi menyita uang tunai milik para pemain Rp 887 ribu dan uang bandar Rp 100 ribu, empat set kartu cina/ceki, empat set kartu ceki cadangan, 1 meja kayu dan 1 tikar. Operasi pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) kembali berhasil meringkus dua tersangka judi di Dukuh Benowo Rt 05/Rw VIII Desa Ngringo, Jaten pada Kamis (1/6) pukul 16.00 WIB berinisial AS (20) dan SPT (37). Tersangka AS berperan sebagai tambang judi cap ji kia yang menerima uang dari pemasang taruhan . Uang itu disetor AS ke tangan SPT selaku bandar.

“Dari tangan tersangka AS disita uang tunai Rp 201 ribu, 5 bendel rekapan kupon penjualan, 5 bendel kupon yang belum terpakai, ponsel dan spidol. Sedangkan dari SPT disita uang tunai Rp 82 ribu dan ponsel,” katanya.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, operasi pemberantasan pekan sudah dimulai sejak awal puasa. Pada 28 Mei lalu, tiga tersangka pelaku judi ditangkap di Dukuh Gondang Rt 03/Rw XII Desa Nglebak, Tawangmangu pukul 00.30 WIB dengan inisial SR (47), SM (50) dan MY (54) Disita uang tunai ratusan ribu rupiah dari para tersangka.   

“Total uang yang dipertaruhkan 13 pejudi ini mencapai jutaan rupiah. Dikenai pasal 303 ayat (1) ke 3e, 2e, 1e dan ayat (3) KUHP. Ancaman hukumannya 10 tahun,” katanya.

Sementara itu tersangka perjudian di Jumantono, PD mengaku iseng bertaruh sambil menanti waktu makan sahur. Serupa disampaikan tersangka SM dari Nglebak yang ingin membunuh bosan dengan berjudi dini hari. (R-10)

BERITA REKOMENDASI