Refocusing Anggaran 2021 Diawali DAU dan DID

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 pada tahun ini rencananya mengambil jatah Dana Insentif Daerah (DID) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Bagi pemerintah daerah, perhitungan ulang pembiayaan berbagai program mutlak dilakukan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karanganyar, Kurniadi Maulato mengatakan instruksi tentang refocusing bagi Kabupaten Karanganyar tinggal menunggu waktu. Sejauh ini, baru perkiraan porsi refocusing yang diketahuinya.

“Tinggal menunggu waktu untuk petunjuk pelaksaan teknis refocusing. Saat ini, baru DID dan DAU yang disasar refocusing. Informasinya, refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 yang diambil dari DAU minimal delapan persen. Sedangkan dari DID 30 persen,” katanya, Jumat (12/02/2021).

Disebutnya, DAU pada APBD 2021 tercatat 933,5 miliar. Di kondisi normal, penggunaannya tersedot untuk gaji ASN dan tambahan penghasilan yang nilainya Rp700-an miliar. Sedangkan DID dipasang Rp42 miliar yang umumnya terserap di bidang pendidikan, kesejahteraan, dan sebagainya.

Refocusing anggaran pada 2020 terkumpul Rp247 miliar. Dalam perjalanannya terserap Rp23 miliar. Sedangkan sisanya dikembalikan lagi ke pengguna anggaran melalui mekanisme APBD perubahan 2020.

Kurniadi mengatakan, refocusing memaksa pengguna anggaran di OPD menghitung ulang belanjanya. Dampaknya juga bagi pembangunan daerah yang kurang maksimal.

“Pada tahun lalu ada pemotongan DPU oleh pusat. Setelah itu masih direfocusing. Apakah tahun ini sama seperti itu, kami masih menunggu instruksi selanjutnya,” katanya.

Di tengah rencana refocusing anggaran, ASN bisa tidur nyenyak. Sebab, hak mereka tak tersentung pemangkasan. Pemerintah, kata Kurniadi, menyelamatkan hak-hak para ASN tersebut. “Tidak mengganggu hak pegawai, gaji dan TPP tetap sama,” katanya.

Selain menyasar DID dan DAU, refocusing anggaran diprediksi menyentuh sumber lain. Termasuk Dana Bagi Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Bupati Karanganyar Juliyatmono, meminta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, untuk tidak me-refocusing dana dari Provinsi Jateng untuk daerah. Usulan Juliyatmono itu dia sampaikan dalam Musrenbang dan Konsultasi publik Propinsi Jawa Tengah dan Pencanangan Awal RKPD melalui video conference, Rabu (10/02/2021).

Menurut Juliyatmono, dana itu sudah mulai dialokasikan dan dikerjakan programnya. Jika tetap dilakukan refocusing, justru memperlambat proses pembangunan. Selain itu pendekatan penanganan kasus Covid-19 sudah dilakukan hingga ke tingkat RT dan RW, dalam program PPKM Skala Mikro. (Lim)

BERITA REKOMENDASI