Regrouping Guru dan Siswa Dianggap Tak Efektif

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Regenerasi tenaga pendidik di Kabupaten Karanganyar terhalang perekrutan CPNS dan merosotnya minat pekerja di bidang itu berstatus wiyata bhakti. Berbagai metode penataan kerja dianggap kurang solutif. Hal itu dikatakan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Karanganyar, Aris Munandar di acara Konferensi Kerja PGRI tahun ketiga masa bakti ke-21 di rumah dinas bupati, Sabtu (12/05/2018).

"Berdasarkan mapping tahun 2017, jumlah purna tuga guru PNS mencapai 980-an orang. Pada tahun ini, jumlahnya bertambah. Tak kurang dari 1.000 orang. Kebanyakan guru SD," katanya.

Jumlah penyandang purna tugas itu belum diganti secara proporsional melalui perekrutan CPNS daerah, aturan moratorium dan syarat pengadaan yang rumit menghalanginya. Aris mengatakan, keberadaan guru wiyata bhakti yang dipekerjakan sekolah negeri cukup membantu kebutuhan tenaga pendidik.

Lebih lanjut dikatakannya, regrouping guru dan siswa yang sedianya efektif di kegiatan belajar mengajar (KBM), ternyata bukan solusi mengatasi krisis tenaga pengajar.  "Regrouping itu dilakukan ketika sekolah kurang murid dan guru, sehingga KBM digabung. Tetap saja jumlah gurunya sedikit," katanya.

Ia berharap pada rekrutmen CPNS mendatang, Pemkab memprioritaskan pengadaan tenaga pendidik. "Rekrutmen itu jangan meninggalkan guru K2. Nasib mereka bagaimana kalau mayoritas usianya tidak lagi muda? Diharapkan bisa diangkat dengan kebijakan lebih manusiawi," katanya.

Sementara itu, Pemkab Karanganyar memiliki peluang membuka rekrutmen CPNS daerah Sebab, salah satu persyaratan utama perekrutan dipenuhi, yakni porsi belanja dan pendapatannya berimbang. "Sesuai ketentuan dari pemerintah pusat, ABPD maksimal 50 persen untuk gaji pegawai. Sesuai informasi dari BKD (Badan Keuangan Daerah) Karanganyar untuk belanja pegawai, sekitar 47 atau 48 persen. Sehingga masih ada peluang untuk pengadaan pegawai melalui CPNS," kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karanganyar, Siswanto.

Jumlah ASN di Karanganyar sekitar 13.000, namun karena memasuki masa pensiun dua tahun terakhir kini tinggal 9.300 orang ASN. Karanganyar butuh sekitar 4.000 orang untuk mengisi kekurangan ASN tersebut. 1.000 diantaranya tenaga guru. (Lim)

BERITA REKOMENDASI