Rehab Masjid Agung Habiskan Rp101 Miliar, Jamaah Menolak Dipindah

KARANGANYAR, KRJOGJA.com –  Rencana rehab total Masjid Agung Karanganyar menuai kontroversi. Para jemaah menolak ditelantarkan saat bangunan masjid dirobohkan. 

“Jemaah menghendaki tetap bisa salat Jumat dan salat wajib lima waktu di sini. Kalau bisa, jangan dirobohkan bersamaan. Itu (rehab total) multiyears. Tahun pertama, sebaiknya yang dibangun bagian tangga sampai ke pagar dulu saja. Jadi, masih tersisa bagian dalam masjid yang bisa untuk beribadah. Tahun berikutnya, jemaah akan berkegiatan di lantai satu yang sudah terbangun. Silakan dilanjutkan pembangunannya di bagian dalam,” kata Ketua Takmir Masjid Agung Karanganyar, Abdul Muid, Rabu (2/1). 

Proses pembangunan Masjid Agung Karanganyar direncanakan mulai Februari 2019. Pembangunan selama tiga tahun bersumber dana APBD 2019-2021 sebesar Rp 101 miliar. Muid mengatakan, setahu dirinya lahan berukuran 8.640 meter persegi tersebut bakal didirikan bangunan masjid lebih luas dibanding bangunan saat ini 1.600 meter persegi tiap lantai. Saat ini, Masjid Agung Karanganyar  beruangan dua lantai. 

Di lahan tersebut juga berdiri kantor Baznas, Poliklinik Pratama Baznas, perpustakaan, Koperasi Agung Syariah, Toko Agung Mart, dan TK Al Hidayah. "Seluruhnya akan dirobohkan,” katanya. 

Lokasi pindah kegiatan administrasi telah disiapkan. Kantor lama Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga atau kantor Pengadilan Agama dibidik untuk kantor sementara Baznas, poliklinik pratama pindah ke gedung IPHI, perpustakaan serta Koperasi Agung Syariah menyewa di Papahan, sedangkan TK Al Hidayah menyewa dekat gedung IPHI. "Sudah ada rencana pindah. Namun belum kami buatkan surat sewa, pinjam dan sebagainya. Februari nanti juga menyewa rumah untuk menampung aset masjid,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI