Rekahan Tanah di Jenawi Menjalar ke Dua Desa

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar bakal merelokasi warga di jalur rekahan tanah wilayah Desa Seloromo dan Trengguli, Kecamatan Jenawi. Dari hari ke hari, potensi longsor semakin kritis.

“Dipastikan relokasi untuk dua rumah warga di Desa Trengguli dan tiga rumah di Seloromo. Usulan relokasi itu akan disampaikan ke bupati didasari hasil kajian tim ESDM dan geologi,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Nugroho kepada KRjogja.com, Minggu (20/11/2016).

Rekahan di dua desa itu diduga kelanjutan alur rekahan yang sebelumnya mengoyak salah satu perkampungan di Desa Menjing, Desa Balong dan Desa Lempong pada awal 2015. Longsor pada saat itu mengakibatkan puluhan keluarga direlokasi dari huniannya yang tak lagi layak huni.

“Akan dimasukkan ke daftar usulan relokasi yang sudah lebih dulu diisi dari Gerdu Karangpandan. Tinggal menanti tim turun mengecek lokasi. Saya meminta tim sekalian mengecek pergerakan tanah di Menjing dan Balong. Apakah stagnan ataukan tanahnya masih terus bergerak?” jelasnya.

Berdasarkan mekanisme relokasi hunian korban longsor, Pemkab menyokong sebagian kebutuhan dana stimulan sedangkan sisanya dari APBN dan APBD provinsi. Lokasi pindah mutlak mendapat rekomendasi aman dari kalangan profesional pemerintah.

Sementara itu Kepala Dusun Pokoh, Desa Seloromo, Aris Mujono mengatakan, terdapat 26 keluarga tinggal di atas alur rekahan tanah di wilayahnya. Mereka mengaku was-was seiring bertambahnya ukuran retakan tanah.

“Awalnya beberapa senti saja. Tapi setelah tiap hari diguyur hujan, rekanan semakin tinggi. Tiga rumah terkena dampak langsung akibat tanah labil tersebut,” ucap Aris.

Akibat gerakan tanah pada Senin (14/11/2016), satu keluarga terpaksa mengungsi. Berdasarkan laporan tim BPBD usai memeriksa lokasi, tinggi rekahan bertambah dari laporan semula mencapai satu meter. Adapun radius rekahan tanah bergerak di Dusun Pokoh mencapai 300 meter persegi. (R-10)

BERITA REKOMENDASI