Rekam Jejak Calon Perangkat Desa Diteliti

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Keputusan akhir pemilihan calon perangkat desa (perdes) di tangan camat dianggap dilema. Para pejabat itu mengaku khawatir bakal dituding curang atas keputusan memilih calon perdes.

Penting diketahui, hasil seleksi tertulis dan wawancara calon perdes pada 21 November mendatang akan menghasilkan sejumlah nama peraih nilai tertinggi ujian untuk mengisi 371 jabatan di 140 desa yang tersebar di 16 kecamatan. 

Berdasarkan Perda No 16 tahun 2015 tentang Perangkat Desa, Perda No 10 tahun 2016 tentang Perubahan Perda No 10 tahun 2015 dan Perbup no 72 tahun 2016 tentang Perangkat Desa, panitia seleksi menyodorkan lebih dari satu nama peraih nilai tertinggi ujian ke camat agar dipilih salah satunya.

Camat Colomadu Yopi Eko Jatiwibowo menilai aturan tersebut sangat membebani dirinya. Pun demikian bagi pejabat camat lain. "Pengguna perangkat desa itu pemerintah desa. Seharusnya mereka sendiri yang mengurus sampai pelantikan. Jangan melibatkan camat. Kalau begini (camat sebagai penentu calon perdes), bakal muncul anggapan miring entah siapapun yang dipilih. Dikira nanti ada main di belakang,” ujar Yopi, Selasa (14/11/2016).

Diberitakan sebelumnya, rekrutmen perdes diduga menjadi ladang pungutan liar (pungli) oknum pejabat mulai saat mendaftar hingga praktik titipan bernilai ratusan juta rupiah. Inspektorat Daerah Kabupaten Karanganyar bersama Satgas Saber Pungli terjun langsung untuk mengklarifikasi informasi tersebut. (R-10)

BERITA REKOMENDASI