Resiko Tinggi, Pengeboran Sumber Air di Kredowahono Dilakukan Cermat

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pengeboran sumur dalam di Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo didahului pemeriksaan kadar air dan gas alam. Sebab di wilayah rawan kekeringan itu, pengeboran dalam tanah memiliki risiko cukup tinggi.

Kades Krendowahono Syarif Hidayat mengatakan Satker Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai mengerjakan pembuatan sumur dalam pada Selasa (1/9). Mereka menurunkan pekerja sekaligus peralatan pengebor tanah. Riwayat area sekitar menjadi pertimbangan penggalian sumur tersebut.

“Dicek dulu kadar air dan kemungkinan keluar gas oleh tim peneliti. Jangan sampai salah menggali kemudian terjadi hal tidak diinginkan. Belum lama ini keluar gas alam dan airnya asin di Dusun Ngrawan,” katanya kepada KR, Kamis (3/9).

Dijelaskannya, pengeboran sumur dalam merupakan program penyediaan air baku bagi daerah terdampak kekeringan oleh Satker Kementrian PUPR. Pada tahun lalu, daerah tersebut mengalami kekeringan parah di musim kemarau. Sekitar 120 keluarga terpaksa menggunakan air dari sumber alami yang telah terkontaminasi. Sedangkan untuk konsumsi harian, mengandalkan bantuan dropping air bersih dari dermawan dan pemerintah.

Lebih lanjut dikatakan, konsumsi air bersih dari sumur dalam itu diprediksi tidak bisa langsung tahun ini. Satker pemerintah pusat itu merampungkan konstruksinya dulu di tahun ini. Kemungkinan pemanfaatannya pada tahun depan.

“Pengelolaannya nanti diserahkan masyarakat setempat. Tahun ini dibuatkan. Untuk bisa dimanfaatkan, mungkin masih tahun depan,” katanya.

BERITA REKOMENDASI