Ribuan Pemudik Bersepeda Motor Kembali ke Perantauan

Editor: KRjogja/Gus

SOLO, KRjogja.com – Sedikitnya 3.105 pemudik bersepeda motor, kembali ke perantauan menggunakan 69 armada bus pariwisata dari Terminal Tirtonadi, seusai menikmati libur Lebaran. Sebelum berangkat, peserta mudik gratis atas inisiasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) lewat program 'Mudik Bareng, Guyub Rukun, Mudik Bahagia' ini, diajak berdoa atas musibah tenggelamnya Kapal Motor Sinar bangun di Danau Toba.

Koordinator Terminal (Koter) tipe A Tirtonadi Solo, Joko Sutriyanto, menjawab wartawan di sela pemberangkatan, Jumat (22/6), mengungkapkan, seperti halnya saat mudik sepekan sebelum Lebaran lalu, sepeda motor milik pemudik, telah dikirimkan ke Jakarta dalam dua gelombang sejak dua hari lalu menggunakan truk. Dengan begitu, setiba di Jakarta, para pemudik dapat langsung mengambil sepeda motor, dan dipergunakan sebagai alat transportasi menuju ke rumah masing-masing.

Pelayanan terhadap peserta mudik gratis, ujarnya, diupayakan semaksimal mungkin, agar pemudik merasa nyaman selama perjalanan, hingga ke tempat tujuan masing-masing. Bahkan kapasitas tempat duduk yang disediakan, relatif longgar, serta menggunakan bus pariwisata yang relatif lebih nyaman dibanding armada umum reguler. Sebagai gambaran dia menyebut, dari 69 armada bus yang disiapkan, kapasitas tempat duduk diperhitungkan sebanyak 3.650 'seat', sedangkan jumlah pemudik tercatat 3.105 orang.

Fasilitasi mudik gratis, menurut Joko tak saja diarahkan sebagai pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas pada musim mudik dan balik Lebaran yang biasanya meningkat tajam. "Selain itu juga mengurangi penggunaan sepeda motor untuk aktivitas mudik yang cukup rawan terhadap kecelakaan," ungkapnya.

Sejumlah peserta mudik gratis, menjawab wartawan, mengaku bahagia, sebab mereka tak lagi harus berjuang keras di tengah keramaian lalu lintas menggunakan sepeda motor saat mudik dan baik Lebaran. Dua tahun lalu, ungkap Sutarjo, peserta mudik gratis asal Madiun, dia bersama keluarga masih menggunakan sepeda motor untuk pulang ke kampung halaman, serta kembali ke perantauan usai Lebaran. Cukup melelahkan, kendati juga menyenangkan, kenangnya, tapi lewat mudik gratis, segalanya menjadi lebih menyenangkan dan nyaman. (Hut)

BERITA REKOMENDASI