Ribuan Warga Terancam Diblokir Data Kependudukannya

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Sebanyak 3.900 warga Sragen terancam diblokir data kependudukannya karena belum melakukan perekaman data Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. Bila tetap tidak melakukan perekaman data hingga akhir tahun ini, ribuan warga tersebut tidak bisa mengakses data e-KTP untuk berbagai kepentingan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Haryatno Wahyu Lwiyanto kepada wartawan Jumat (14/12/2018) mengatakan, warga yang belum melakukan perekaman data e-KTP antara lain para lanjut usia yang jompo serta para perantau yang menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI).

"Kami sudah melakukan penyisiran warga yang belum perekaman data kependudukan. Ternyata sebagian besar adalah warga lanjut usia dan perantau yang tidak pulang," ujarnya.

Wahyu mengingatkan, jika warga tersebut tetap tidak melakukan perekaman data kependudukan, akan rugi sendiri karena kesulitan setiap melakukan pengurusan berbagai kepentingan. “Inti dari pemblokiran data adalah mendidik masyarakat tertib administrasi kependudukan. Kalau sampai batas akhir tahun tidak melakukan perekaman, dengan terpaksa kami blokir data kependudukannya," jelas Wahyu.

Setelah data diblokir, lanjut Wahyu, mereka tidak bisa melakukan berbagai kegiatan atau transaksi yang mempersyaratkan e-KTP. Seperti transaksi di perbankan, perpanjangan SIM, membeli tiket kereta api atau pesawat hingga berbagai keperluan kependudukan lainnya.

Blokir itu akan segera dibuka setelah mereka melakukan perekaman data kependudukan. Sisa waktu dua minggu ini pihaknya bertindak aktif, dengan menyurati penduduk yang belum melakukan perekaman. "Bagi warga jompo dan tidak bisa keluar rumah, bisa melaporkan dan kami akan melakukan layanan jemput bola melakukan perekaman," tandasnya.

Wahyu menambahkan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menjangkau dan memudahkan warga melakukan perekaman hingga pencetakan e-KTP. Mulai dari pelayanan jemput bola ke desa-desa hingga memberi pelayanan pada Minggu, saat berlangsung Car Free Day (CFD), di Jalan Raya Sukowati. (Sam)

BERITA REKOMENDASI