Rina Iriani Ajukan Pembebasan Bersyarat

KARANGANYAR, KRJOGJA.com  – Terpidana  kasus korupsi Griya Lawu Asri (GLA) Rina Iriani Sri Ratnaningsih mengajukan pembebasan bersyarat. Dikabulkannya Peninjauan Kembali (PK) putusan  kasusnya oleh Mahkamah Agung (MA) melandasi pengajuan ini.  

“Kami mengajukan PK dan akhirnya dikabulkan MA. Sekarang, dimohonkan pembebasan bersyaratnya,” kata M Taufiq, Pengacara Rina Iriani kepada wartawan, Kamis (18/1).

Sekadar informasi, Pengadilan Negeri Tipikor Semarang menjatuhkan hukuman enam tahun penjara ke Rina Iriani Sri Ratnaningsih, Bupati Karanganyar periode 2003-2008 dan periode 2008-2013 ini. Putusan itu dikabulkan pada 29 April 2015. Di tingkat kasasi, Artidjo Alkostar-MS Lumme-Krisna Harahap memperberat hukuman Rina menjadi 12 tahun penjara atau 2 tahun di atas tuntutan jaksa. 

Dalam putusan itu, Rina terbukti bersalah menyalahgunakan anggaran subsidi perumahan dari Kementerian Perumahan Rakyat Tahun Anggaran 2007-2008. Dana itu untuk proyek perumahan Griya Lawu Asri (GLA) di Jeruksawit, Gondangrejo yang sebagian diselewengkan untuk keperluan kampanye.

“Bu Rina ditahan April 2014. Sampai sekarang, berarti masuk tahun keempat dipenjara. Artinya sudah menjalani 2/3 vonis yang dijatuhkan PN Tipikor Semarang atau enam tahun. Namun akan dikaji lagi kepastian hukum setelah PK. Bisa bebas atau kembali ke vonis pertama (hukuman enam tahun penjara). Kalau misalnya ke vonis pertama, maka bisa diajukan pembebasan bersyarat (karena sudah menjalani 2/3 vonis),” katanya.

Dia berencana bertemu kliennya di LP wanita Kelas II A Bulu Semarang untuk membahas pengajuan pembebasan bersyaratnya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI