RS Mata Solo Laporkan Balik Mantan Pasiennya

SOLO, KRJOGJA.com – Pihak Rumah Sakit (RS) Mata Solo secara resmi melaporkan mantan pasiennya bernama Kst warga Jalan Slamet Riyadi, Gobayan, Kartasura, Sukoharjo ke Polresta Solo, Rabu (27/11/2019).

Kastur yang sebelumnya pasien RS Mata Solo sudah diberi uang sebanyak Rp 75 juta, untuk beaya pencangkokan kornea mata, namun uangnya malah digunakan untuk keperluan pribadi. Selain itu Kastur dinilai tidak patuh untuk menjalani terapi penyembuhan sesuai instruksi dokter yang berakibat kondisi mata Kastur sakitnya bertambah parah hingga mengalami kebutaan.

Kuasa Hukum Rumah Sakit Mata Solo Rikawati SH didampingi Humas RS Mata Solo Azka Shovia, Rabu (27/11/2019) kepada wartawan mengatakan menyusul kasus sengketa hukum antara pasien Kst yang melaporkan dokter mata berinisial R ke Mapolresta Solo. Serta Kst juga mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri (PN) Solo. (KRJOGJA.COM tayang
Selasa, 19 November 2019 / 18:16 WIB,) , Rikawati selaku kuasa hukum RS Mata Solo melaporkan balik pihak Kst.

"Kami melaporkan Kst ke Polresta Solo dalam kasus dugaan
tindak pidana pencemaran nama baik yang diatur dalam pasal 27 ayat 3 Undang- Undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) ." ujar
Rikawati SH.

Selain itu Kst juga dilaporkan dalam kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan sebagai mana diatur dalam pasal 378 dan atau 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Menurut Rikawati pihak Kst diduga telah menyebarkan berita hoax saat Kst mengatakan kalau pihaknya diundang pihak Rumah Sakit Mata dan diberi uang Rp 75 juta. "Padahal Kst lah yang berinisiatip mengirim surat kepada pihak RS Mata yang ujung-ujungnya meminta uang. Pihak RS Mata telah berinisiatip untuk mencangkok kornea mata pasien Kst hingga penglihatannya kembali normal." ujar Rikawati SH.

Pihak RS Mata Solo, lanjut Rikawati, dari dana CSR memberi uang Rp 75 juta ke Kst untuk beaya pencangkokan kornea mata. Rinciannya untuk beaya pencangkokan satu kornea mata membutuhkan dana Rp 35 juta. Sehingga untuk dua kornea mata membutuhkan dana Rp 70 juta. Sedang biaya transportasi ke Jakarta untuk melakukan operasi pencangkokkan sekitar Rp 5 juta.

Sebelumnya dokter spesialis mata R telah wanti-wanti agar setiap tujuh hari atau seminggu sekali pasien Kst agar memeriksakan bola matanya ke RS Mata Solo. " Namun pasien Kst tidak menuruti nasehat dokter, hingga 75 hari baru muncul ke RS Mata Solo dengan kondisi penurunan fungsi penglihatannya relatif parah.
Rikawati SH menyesalkan pasien Kst yang semula sepakat tidak akan menuntut RS Mata Solo setelah menerima uang Rp 75 juta ternyata membawa kasus ini ke ranah hukum.

"Pak Kst telah menyalahi kesepakatan dengan membawa kasus ini ke ranah hukum. Tapi kita tidak gentar, kami akan membuktikan bahwa pihak RS Mata Solo di pihak yang benar di sidang pengadilan,"pungkas Rikawati SH.(Hwa).

BERITA REKOMENDASI