RSUD Semanggi Siap Beroperasi Agustus 2019

SOLO, KRJOGJA.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Semanggi, hampir pasti mulai dioperasikan pada Agustus 2019, menyusul pendanaan yang sempat menjadi ganjalan, telah terpecahkan. Hingga saat ini, pembangunan RSUD di atas tanah seluas 9.800 meter persegi tersebut, mencapai 51 persen, dan seluruh kebutuhan dana, baik konstruksi senilai Rp 192 miliar maupun pengadaan alat kesehatan sebesar Rp 85 miliar, dibiayai secara mandiri melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menjawab wartawan, saat meninjau RSUD Semanggi, Selasa (16/10/2017) sore, mengungkapkan, khusus untuk pengadaan empat unit ruang operasi, diperoleh bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng), senilai Rp 5 miliar. Pada awal operasional nanti, RSUD Semanggi mengacu pada standar layanan rumah sakit  tipe C dengan dukungan ruang operasi khusus anak, penyakit dalam, bedah, dan spesialis obgyn beserta kelengkapan peralatan, fasilitas rawat jalan, rawat inap, dan sebagainya.

Kebutuhan biaya yang ditanggung APBD, jelas pria yang akrab disapa Rudy, memang sangat besar, namun hal itu tak terlalu memberatkan, karena berupa belanja modal yang nantinya bermuara pada perbaikan kualitas layanan kesehatan kepada rakyat. Dengan dukungan bangunan megah terdiri enam lantai, serta kelengkapan peralatan, menurutnya, kualitas layanan kesehatan akan semakin baik. 

"Sekitar 80 persen dari seluruh kapasitas tempat tidur, dialokasikan untuk pasien kelas 3," tegasnya sembari menyebut spirit pembangunan RSUD ini memang untuk memfasilitasi rakyat yang acapkali kesulitan memperoleh kamar perawatan kelas 3 di rumah sakit yang telah ada.

Bahkan untuk ruang rawat inap pasien kelas 2 dan 1, tambah Rudy, didesain dapat dimodifikasi untuk perawatan kelas 3. Artinya, ketika ruang rawat inap kelas 3 telah penuh, dan kebutuhan masyarakat masih mengalir, ruang rawat inap kelas 2 dan 1 dalam waktu cepat dimodifikasi untuk ruang rawat inap kelas 3, sehingga tidak ada alasan kehabisan kamar.

Menjawab pertanyaan pengadaan Sumber Daya Manusia (SDM) baik tenaga medis dan pembantu para medis, menurutnya, hampir tak ada persoalan, kendati upaya merekrut dokter spesialis melalui rekruitmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2018 ini, hampir pasti nihil karena miskin pelamar. 

"Rekruitmen dokter spesialis akan dilakukan melalui jalur lain, sehingga kebutuhan tenaga medis inmi dapat terpenuhi," ujarnya.

Bersamaan bangunan fisik RSUD Semanggi rampung sekitar Mei 2019 nanti, tambahnya, juga dilakukan rekruitmen SDM sesuai kebutuhan, dan selama tiga bulan dicangkokkan ke RSUD Ngipang yang juga milik Pemkot Solo dengan status magang sekaligus traning. Sedangkan pengadaan alat kesehatan, diproyeksikan selama dua bulan pada Juni dan Juli, sehingga bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019, RSUD Semanggi resmi beroperasi.(Hut)

BERITA REKOMENDASI