RSUD Sragen Menuju Rumah Sakit Pendidikan

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN (KRjogja.com) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soehadi Prijonegoro Sragen terus berbenah untuk persiapan sebagai RS Pendidikan. Salah satu pembenahan adalah merombak total pelayanan di Unit Gawat Darurat (UGD).

Saat ini bangunan UGD tengah dirombak total sebagai bagian dari peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Bila terealisasi, maka RSUD Sragen bakal menjadi RS pendidikan pertama milik pemerintah daerah di Surakarta. Sejauh ini RS pendidikan di Surakarta baru RS Moewardi milik Pemprov Jawa Tengah.

Ketua Dewan Pengawas RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen, Wahyu Widayat Senin (21/11) mengatakan, saat ini jajaran manajemen RSUD tengah fokus pada akreditasi dulu, sebelum menuju RS pendidikan. "Seluruh manajemen direksi, paramedis dan jajaran karyawan luar biasa dalam mempersiapkan akreditasi. Ini jauh lebih sulit dari akreditasi untuk mendapatkan ISO," ujarnya.

Wahyu mengatakan, UGD menjadi salah satu layanan yang sering dikeluhkan karena keterbatasan tempat perawatan. Bahkan sampai harus memanfaatkan ruangan yang sebenarnya bukan untuk tempat perawatan. Bila sudah selesai dibangun, maka ruangan UGD bisa menampung pasien dalam jumlah yang lebih banyak di ruang yang lebih baik.

Nantinya, untuk ruangan UGD bakal menempati lantai paling bawah di RSUD. Sementara lantai lainnya dipergunakan poliklinik dan ruang perawatan dan ruangan pendukung lainnya. "Sebagai rumah sakit tipe B, kami juga menuju rumah sakit pendidikan yang mesti memiliki standar tertentu yang harus dipenuhi, " tandas Wahyu yang juga Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Sragen.

Selain itu, guna meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, RSUD Soehadi Prijonegoro juga bakal melakukan penambahan tenaga medis, seperti dokter spesialis dan tenaga medis lainnya. Ada sekitar 80 orang tenaga kesehatan, yang bakal direkrut RSUD Soehadi yang sudah berstatus Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD).

Perekrutan tenaga kesehatan ini bakal dilaksanakan pada tahun depan dan semakin menambah lengkap tenaga kesehatan yang dimiliki RSUD milik Pemkab tersebut. Sebelumnya, Direktur RSUD Dokter Soehadi Prijonegoro Joko Sugeng mengatakan, hingga saat ini pasien kelas III yang dirawat sebagian besar adalah Penerima Bantuan Iuran (PBI) dalam jaminan kesehatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Di RSUD sendiri memiliki 319 kamar dan 40% di antaranya adalah kamar kelas III. "Hampir 60% pasien kelas III yang dirawat di RSUD adalah PBI," kata Joko. (Sam)

BERITA REKOMENDASI