Rumah Tergenang, Ratusan Warga Tolak Dievakuasi

SRAGEN (KRjogja.com) – Sedikitnya 900 warga Desa Pandak Kecamatan Sidoharjo Sragen nekat bertahan di rumahnya meski dalam kondisi tergenang banjir. 

Mereka menolak dievakuasi karena takut harta bendanya, termasuk hewan ternak hilang dicuri. Padahal bujukan untuk evakuasi sudah berkali-kali dilakukan petugas. Termasuk Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama jajaran Muspida mendatangi langsung warga agar mau dievakuasi. Namun warga tetap pada pendiriannya, memilih bertahan di rumah.

"Kami sudah berusaha membujuk, tapi warga tetap bertahan. Alasannya menunggui rumah, takut hartanya hilang. Warga beranggapan bahwa banjir sudah menjadi hal biasa dan tidak takut," ujar Yuni usai meninjau lokasi banjir menaiki perahu karet di Desa Pandak, Rabu (30/11/2016).

Yuni mengatakan, warga yang menolak dievakuasi tersebut tinggal di dua dusun Desa Pandak. Kendati menolak diievakuasi, pemkab terus memantau kondisi warganya dengan cara melakukan patroli dengan perahu karet. Selain itu, berbagai bantuan juga diberikan seperti sembako serta makanan. "Kami sudah mendirikan dapur umum di beberapa lokasi untuk menyuplai makanan warga yang terdampak banjir," tandasnya. (Sam) 

BERITA REKOMENDASI