Rusunawa Brujul Tak Diminati, Pemkab Bingung

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Fasilitas hunian di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Brujul, Jaten tak banyak dilirik warga eks magersari Pasar Nglano, Desa Ngijo, Tasikmadu.

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar, Agus Heri Bindarto kepada KRjogja.com, Minggu (28/8/2016).

“Dari total 73 keluarga dari Pasar Nglano yang digusur, sedikit sekali yang berminat menempati rusunawa. Tidak sampai seperempat dari kapasitas sebanyak 196 kamar terisi,” jelasnya.

Hunian di salah satu gedung rusunawa itu memang sengaja disiapkan bagi 73 keluarga eks magersari Pasar Nglano pascapenggusuran beberapa waktu lalu. Khusus bagi mereka bahkan tak dipungut biaya sewa menempati sampai empat bulan. Agus tak tahu pasti alasan mereka menolak tawaran itu. Dari sisi fasilitas, Agus meyakininya standar di kelas ekonomi lemah.

“Air tersedia. Kamar dan ruang tamu juga ada. Kalau untuk isinya, silakan diupayakan sendiri. Lagipula perawatan gedung sudah diambil alih Pemkab dari semula pemerintah pusat, sehingga lebih terjamin,” katanya.

Warga eks magersari diberi kebebasan memilih hunian maupun mengadu nasib sesuai keinginannya asalkan tidak lagi menempati lahan pasar tradisional itu. Selama belum mandiri, Pemkab menyuplai kebutuhan jatah jaminan hidup (jadup) Rp 22.500 per orang per hari selama empat bulan.

“Pintu rusunawa masih terbuka bagi warga itu. Namun harus diingat tawaran menempati gratis hanya berlaku sapai akhir tahun ini. Kalau aturan sewa menyewa kamar rusunawa sudah disetujui bupati, maka akan dikenai retribusi. Kemungkinan awal tahun depan mulai berlaku,” jelasnya. (M-8) 

BERITA REKOMENDASI