Salah Sasaran, BPMKS Tak Bisa Dicairkan Tunai

SOLO, KRJOGJA.com – Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Solo (BPMKS) tak lagi dapat dicairkan secara tunai sebagaimana waktu sebelumnya sejak program dini dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tahun 2010 silam. Penerima BPMKS yang telah diberikan kartu khusus, harus membelanjakan bantuan tersebut untuk membeli berbagai kebutuhan yang terkait dengan pendidikan pada toko-toko mitra kerja.

Perubahan sistem pencairan dari tunai menjadi non-tunai, jelas Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menjawab wartawan usai menyerahkan secara simbolis kartu BPMKS, di Balaikota, Jumat (16/11), diarahkan agar pemanfaatan bantuan lebih tepat dan akurat. Ketika BPMKS dapat dicairkan secara tunai, ruang pembelanjaan untuk keperluan di luar pendidikan cukup besar, kendati penerima bantuan telah diberikan rambu-rambu bantuan tersebut untuk membeli keperluan sekolah.

Mekanisme kontrol pembelanjaan cukup sulit, ungkap pria yang akrab disapa Rudy ini, sebab pemegang kartu BPMKS setelah mencairkan bantuan, dapat membelanjakan barang apapun dan di manapun tanpa dapat terdeteksi. Tetapi dengan sistem non tunai, pemegang kartu BPMKS hanya bisa berbelanja berbagai jenis barang keperluan sekolah, seperti buku, seragam, sepatu, tas, flash disk, dan lain pada toko-toko tertentu mitra penyalur bantuan. 

Barang-barang yang dapat dibeli tersebut, telah dimasukkan dalam sistem yang terkoneksi dengan bank penyalur bantuan, maupun sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkot Solo. Dengan begitu, ketika pemegang kartu BPMKS nekad berbelanja barang di luar kepentingan sekolah, sistem yang telah disematkan pada mesin pembayaran tak akan bisa memproses transaksi.

Menjawab pertanyaan pemegang kartu BPMKS memerlukan barang tertentu yang memang terkait dengan kepentingan sekolah, namun barang tersebut tak masuk dalam sistem, Rudy menyebut, saat ini tengah dikoordinasikan dengan berbagai pihak terkait. (Hut)

BERITA REKOMENDASI