Salahi Aturan Main, Satpol PP Turunkan Puluhan APK

SOLO, KRJOGJA.com – Puluhan Alat Peraga Kampanye (APK) yang tersebar di sejumlah titik Kota Solo, diturunkan tim gabungan yang dimotori Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), karena melanggar aturan main. Masa kampanye Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019, dimulai pada 23 September 2018 hingga 13 April 2019 depan, namun kenyataan di lapangan menunjukkan banyak APK telah terpasang di luar ketentuan.

Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP, Mardiyono Joko Setiawan, menjawab wartawan di sela penurunan APK, di kawasan Pasar Kliwon, Jumat (21/9/2018), mengungkapkan, pemasangan APK sebagaimana diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), hanya diperbolehkan pada titik-titik tertentu selama lingkaran masa kampanye, termasuk ketentuan ukuran serta materi kampanye. Karenanya, sebelum memasuki masa kampanye pada 23 September depan, seluruh kawasan kota Solo harus steril dari APK.

Sasaran penertiban APK, menurtu Joko, atas rekomendasi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), sebab Satpol PP sesuai kewenangannya sebatas pelaksana lapangan. Berdasar rekomendasi KPU dan Panwaslu, APK yang diturunkan tersebar di lima kecamatan, terrinci Kecamatan Laweyan 11 buah, Jebres 3 buah, serta Banjarsari dan Pasar Kliwon masing-masing 7 dan 5 buah.

Ketika mengeksekusi APK di lapangan, ditemukan pula sejumlah APK yang tidak masuk dalam daftar sasaran penertiban, namun atas kesepakatan bersama anggota tim, APK tersebut tetap diturunkan. Sebagaimana terjadi di kawasan simpang empat Sangkrah, ditemukan baliho bermateri ucapan Selamat Hari Raya Iedul Fitri dari salah seorang Calon Anggota DPRD Solo, pada sebuah papan reklame berbayar, selain pula ucapan selamat ulang tahun salah satu partai politik dalam bentuk spanduk. Dari sisi materi ucapan, jelas Joko, mungkin sulit dikategorikan sebagai APK, namun karena terpampang logo Parpol disertai nomor urut, akhirnya disepakati sebagi APK dan harus diturunkan.

Joko memproyeksikan, hingga akhir pekan ini, Kota Solo sudah terbebas dari pemasangan APK di luar ketentuan. Sedangkan seluruh APK yang diturunkan, menurutnya disimpan di kantor Satpol PP, dipastikan dalam kondisi utuh. Jika suatu saat pemilik APK berniat mengambil dan memasang kembali, dipersilakan sepanjang mengikuti aturan yang berlaku, baik menyangkut jenis, ukuran, lokasi, maupun masa pemasangan.(Hut)

 

BERITA REKOMENDASI