Sampah Marak, Ngringo Usulkan TPS Regional

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Pemerintah Desa Ngringo, Jaten mengusulkan pembuatan tempat pembuangan sementara (TPA) regional sampah bersistem open dumping. Pemanfaatan TPS berkapasitas lumayan besar ini untuk mengurangi aktivitas pembuangan sampah sembarangan ke sungai dari wilayah berpenduduk terpadat di Karanganyar ini.

“Nantinya TPS regional di Ngringo hanya untuk menampung sampah warga Ngringo saja. Sebab volume sampah di desa ini cukup banyak. Akan melelahkan jika harus dibuang ke TPA Sukosari yang jaraknya lumayan jauh dari sini,” kata Kepala Desa Ngringo, Sardiman kepada KR, Kamis (25/8).

Usulan ini telah disampaikan ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Dinas Sosial dan Badan Lingkungan Hidup (BLH). Seringkali sampah di wilayah berpenduduk terpadat di Karanganyar ini dikelola kurang tepat sehingga merugikan lingkungan. Berdasarkan pendataan terakhir, jumlah penduduk desa ini sekitar 28 ribu jiwa dengan produksi sampah harian 24 meter kubik. Kondisi sekarang, 7 lokasi tempat pembuangan sementara (TPS) di desa tersebut tidak lagi representatif menampung sampah karena kapasitasnya kecil. Terkait TPS regional, Sardiman mengatakan lokasinya berada di wilayah Dusun Randurejo, tepatnya di belakang RS Mojosongo.   

“Dulunya di situ bekas TPS. Apabila disetujui, ukuran lahannya bisa diperluas sampai 1.000 meter persegi. Statusnya tanah kas desa,” katanya.

Lantaran belum mengadopsi teknologi pengolahan sampah, TPS regional mendatang sekadar menampung sampah yang ditimbun. Oleh karena itu, Pemdes meminta saran dari instansi terkait misalnya opsi pembuatan TPS terpadu seperti di Buran, Tasikmadu dan Kalisoro, Tawangmangu. Pemdes juga siap mengelola secara mandiri TPS regional.

“Di Ngringo berdiri kawasan pertokoan, pasar dan terminal serta perkembangan sangat pesat. Tentu saja sampah yang dihasilkan cukup banyak. Sehingga butuh penanganan segera sampahnya,” kata Sardiman.

Kepala Bidang Kebersihan DKP, Heru Purwoto mengapresiasi usulan Pemdes Ngringo terkait pembuatan TPS regional. Menurutnya, hal itu bakal memperjelas alur distribusi sampah Ngringo yang selama ini diduga dibuang sembarangan.

“Di Ngringo, petugas DKP hanya mengangkut sampah Pasar Palur ke TPA Jumantono. Di luar itu tidak. Sehingga patut diduga sampah warga perumahan dibuang sembarangan. Bisa jadi mengotori sungai. Dengan pembuatan TPS regional menjadi jelas keberadaan sampah-sampah itu,” katanya. (M-8)

BERITA REKOMENDASI