Sampah Putri Cempo Bisa Hasilkan Listrik 10 Mw/Jam

SOLO (KRjogja.com) – Pembangkit Tenaga Listrik Sampah (PLTSa) Putri Cempo yang mulai dibangun tahun ini, diproyeksikan mampu menghasilkan energi listrik sekitar 10 megawatt (Mw) per jam dengan perhitungan volume sampah yang diolah sekitar 250 ton per hari. Pada tahap awal, volume sampah yang diolah menjadi energi listrik menyesuaikan produksi sampah kota Solo sebesar 260 ton per hari.

Tumpukan sampah lama di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo seluas 8 hektar, jelas  Pimpinan Konsorsium PT Citra Metro Jaya Putra, Elan Syuherlan, pemenang lelang pengolahan sampah Putri Cempo menjadi energi listrik, sebenarnya dapat diolah pula untuk memenuhi kebutuhan bahan baku hingga 1.000 ton per hari. Hanya saja, pada tahap awal, volume pengolahan sampah dibatasi pada kisaran 250 ton sampah per hari, tambahnya, menjawab wartawan, di Balaikota, Kamis (18/8/2016), sedangkan kapasitas produksi ditingkatkan secara bertahap.

Dia menyebutkan, pembangunan instalasi PLTSa hingga siap berproduksi, diperlukan waktu sekitar 2,5 tahun, terhitung dari penyusunan desain. Jika PLTSa mulai dibangun pada akhir tahun ini, berarti baru beroperasi sekitar 2019 mendatang, atau molor satu tahun dari perkiraan sebelumnya. "PLTSa Putri Cempo nantinya dioperasikan 24 jam penuh, dengan produksi listrik sebesar 10 megawatt per jam," jelasnya sembari menyebut nilai investasi mencapai Rp 417 miliar.

Menjawab pertanyaan teknis pengolahan sampah menjadi energi listrik, Elan memastikan tidak melalui proses pembakaran yang selama ini dikhawatirkan berdampak pada polusi. Pengolahan mengacu pada sistem gasifikasi, dalam arti semua jenis sampah, baik organik maupun anorganik, jelasnya, masuk ke dalam reaktor plasma dengan suhu mencapai 1.000 derajad celcius. Output pengolahan, berbentuk gas sintetik untuk menggerakkan motor listrik, sedangkan residu pengolahan berbentuk kerikil yang dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan ataupun pondasi jalan. (Hut)

BERITA REKOMENDASI